Kamis, 7 Mei 2026

Ambon Hari Ini

Masih Kental Arsitektur Indische Ala Kolonial Buat Takjub Para Backpacker Depok

Mungkin itu satu dari sekian nilai yang didapat tiga pemuda penjelajah kebudayaan ini. PelanTapiGowes

Tayang:
Penulis: M Fahroni Slamet | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Fahroni Slamet
Sepeda ontel milik penjelajah kebudayaan 'PelanTapiGowes' parkir di Tanjung Tetulain. 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Tiap singgahan, ada pengalaman berbeda.

Mungkin itu satu dari sekian nilai yang didapat tiga pemuda penjelajah kebudayaan ini.

PelanTapiGowes, itulah sebutan dari program unik tiga pemuda super nekat dari Pulau Jawa itu.

Rafii, Rifki dan Gustianto Prabowo, ketiganya adalah pecinta sepeda yang takjub akan sempurnanya nusantara.

Bondo Nekat atau modal nekat; sepeda ontel dan bekal seadanya.

Itu cukup membuktikan besarnya takjub akan wilayah ber-Bhineka Tunggal Ika ini.

Dan kemudian membawa mereka hingga ke provinsi pembentuk Indonesia di awal kemerdekaan ini.

Di Maluku, Kota Ambon tentu menjadi singgahan pertama, karena merupakan pintu masuk.

Dan Pasar Mardika menjadi titik pertama perjalanan tiga pesepeda ontel itu.

Anggota PelanTapiGowes yang sedang bersinggah di pantai Tanjung Tetulain, Kota Ambon, Senin (26/06/2023).
Anggota PelanTapiGowes yang sedang bersinggah di pantai Tanjung Tetulain, Pulau Ambon, Senin (26/06/2023). (TribunAmbon.com/ Fahroni Slamet)

Baca juga: Komunitas Sepeda Lipat Ambon Gowes Santai Keliling Teluk

Kenapa Mardika? Kata Rafii Mardika berasal dari kata Mardijker yang berarti kebebasan.

Mungkin itu alasan utama, mempelajari karakter masyarakat Maluku dimulai dari tempat yang paling bebas.

Kebebasan itu tertangkap jelas dari kompleksnya aktivitas di pusat perekonomian tradisional terbesar di kota berjuluk manise ini.

Selepas dari Mardika. rute mengayuh sepeda mereka dilanjutkan dengan mengitari Pulau Ambon dari arah Leihitu Barat.

Disana jelas banyak sekali hal yang dapat mereka rekam melalui mata dan ingatan hingga nanti berakhir pada pameran, film, dan juga beberapa buku.

Rafii mengatakan, perjalanan menyusuri Negeri-Negeri Jazirah, dia menemukan banyak kesamaan pada struktural rumah.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved