Senin, 4 Mei 2026

Preman Mardika

Tagih Retribusi Ilegal, Wenno Desak Polisi Usut Premanisme di Pasar Mardika Ambon

Apalagi preman yang mengatasnamakan PT Bumi Perkasa Timur (BPT) itu secara terbuka meminta retribusi pasar kepada para pedagang.

Tayang:
Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
Istimewa
PASAR MARDIKA: Tampak seorang oknum preman di Pasar Mardika Ambon kembali berulah, Senin (12/6/2023). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Wakil Ketua Komisi I DPRD Maluku, Jantje Wenno mendesak Kepolisian serius mengusut laporan pedagang terkait ulah premanisme di Pasar Mardika Ambon.

Apalagi preman yang mengatasnamakan PT Bumi Perkasa Timur (BPT) itu secara terbuka meminta retribusi pasar kepada para pedagang.

Padahal secara hukum, restribusi sebesar Rp 20 ribu per pedagang itu ilegal.

"Saya minta aparat kepolisian harus bertindak cepat. memproses secara adil dan mengatasi semua laporan yang masuk apalagi menyangkut ulah premanisme dan pungli," kata Wenno via sambungan telepon, Selasa (13/2023).

Ditegaskannya, bila polisi bergerak lambat maka bisa menimbulkan persepsi liar di tengah masyarakat.

Mengingat Pasar Mardika merupakan salah satu pusat perdagangan besar di Kota Ambon.

Baca juga: Oknum Preman Pasar Mardika Tagih Pedagang Rp 20 Ribu, Kalau Tak Bayar Meja Dibongkar

Baca juga: Korban Kebakara di Jalan Pala Ambon Diizinkan Kembali, Tapi Ada Syaratnya

"Bila perlu jika masuk laporan beserta bukti diusut sampai ke akar-akarnya, kasian pedagang tiap hari diperas dengan nominal pungli yang berbeda-beda, entah retribusi, keamanan, kebersihan serta lainnya," tegasnya.

Legislator Dapil Kota Ambon ini mengingatkan aparat kepolisian tak tinggal diam.

Sejumlah video pun telah direkam masyarakat sebagai bukti dan polisi bisa bergerak dari bukti tersebut.

Wenno mengingatkan kepolisian agar, jangan sampai masyarakat mengira sudah masuk angin, yang akan memperburuk citra institusi.

"Kami ingin setiap aduan itu di proses tuntas itu membuat citra polisi lebih baik di mata masyarakat. Karena itu salah satu kunci untuk mengembalikan kepercayaan publik," tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved