Tradisi Pukul Sapu
Perdana Jadi Peserta Pukul Sapu di Negeri Mamala, Malawat: Ngeri, Lukanya Pedis Sekali
Menjadi peserta di perayaan 7 Syawal itu kali pertama baginya. Kepada TribunAmbon.com, dia mengaku sempat deg-degan sebelum atraksi dimulai.
Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Gibran Anugerah Malawat, adalah satu dari 80 peserta atraksi Pukul Sapu Mamala.
Menjadi peserta di perayaan 7 Syawal itu kali pertama baginya.
Kepada TribunAmbon.com, dia mengaku sempat deg-degan sebelum atraksi dimulai.
Meski begitu dia teguh untuk tetap mengikuti tradisi turun-temurun itu.
Selama dipecut, Gibrat mengaku sakit, dan terus ditahannya hingga peluit tanda berakhir ditiupkan.
“Rasanya sakit, sangat pedis,” kata Gibran kepada wartawan, Sabtu (29/4/2023).
Meski sakit dari sabetan hingga luka diseantero badan, namun dia malah semangatnya semakin berapi.
Baca juga: Ratusan Warga Saksikan Atraksi Pukul Sapu Lidi oleh 80 Pemuda Negeri Mamala
Baca juga: Yuk Intip Intip Pameran Sejarah di Rumah Manilet, Bisa Lihat Baju Perang Kapitan Tulukabessy
Dia pun memastikan bakal tidak akan mundur di kegiatan serupa tahun mendatang.
“Biar pun sakit tapi tahun depan saya tetap ikut,” ungkapnya.
Diberitakan, ratusan warga saksikan atraksi Pukul Sapu Lidi di Negeri Mamala, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).
Pantuan TribunAmbon.com di lokasi, warga sudah mulai padati lokasi atraksi sejak pukul 14.00 WIT.
Meski terik, warga tetap semangat menantikan atraksi dimulai.
Atraksi pun berjalan lancar hingga selesai.
Atraksi Pukul Sapu Lidi tahun ini diikuti oleh 80 pemuda Negeri Mamala. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Pukul-sapu-B.jpg)