Rabu, 6 Mei 2026

Tradisi Pukul Sapu

Perdana Jadi Peserta Pukul Sapu di Negeri Mamala, Malawat: Ngeri, Lukanya Pedis Sekali

Menjadi peserta di perayaan 7 Syawal itu kali pertama baginya. Kepada TribunAmbon.com, dia mengaku sempat deg-degan sebelum atraksi dimulai.

Tayang:
Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Fandi Wattimena
Tradisi Pukul Sapu Negeri Mamala 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Gibran Anugerah Malawat, adalah satu dari 80 peserta atraksi Pukul Sapu Mamala.

Menjadi peserta di perayaan 7 Syawal itu kali pertama baginya. 

Kepada TribunAmbon.com, dia mengaku sempat deg-degan sebelum atraksi dimulai.

Meski begitu dia teguh untuk tetap mengikuti tradisi turun-temurun itu.

Selama dipecut, Gibrat mengaku sakit, dan terus ditahannya hingga peluit tanda berakhir ditiupkan.

“Rasanya sakit, sangat pedis,” kata Gibran kepada wartawan, Sabtu (29/4/2023).

Meski sakit dari sabetan hingga luka diseantero badan, namun dia malah semangatnya semakin berapi.

Baca juga: Ratusan Warga Saksikan Atraksi Pukul Sapu Lidi oleh 80 Pemuda Negeri Mamala

Baca juga: Yuk Intip Intip Pameran Sejarah di Rumah Manilet, Bisa Lihat Baju Perang Kapitan Tulukabessy 

Dia pun memastikan bakal tidak akan mundur di kegiatan serupa tahun mendatang.

“Biar pun sakit tapi tahun depan saya tetap ikut,” ungkapnya.

Diberitakan, ratusan warga saksikan atraksi Pukul Sapu Lidi di Negeri Mamala, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Pantuan TribunAmbon.com di lokasi, warga sudah mulai padati lokasi atraksi sejak pukul 14.00 WIT.

Meski terik, warga tetap semangat menantikan atraksi dimulai.

Atraksi pun berjalan lancar hingga selesai.

Atraksi Pukul Sapu Lidi tahun ini diikuti oleh 80 pemuda Negeri Mamala. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved