Bolehkah Puasa Syawal saat Belum Qadha Utang Puasa Ramadhan?
Meski Ramadhan telah berakhir, umat Muslim masih bisa manjalankan ibadah puasa selama 6 hari di bulan Syawal.
Puasa syawal bisa dikerjakan mulai tanggal 2 Syawal.
Sementara pada 1 Syawal dilarang (haram) berpuasa karena merupakan Hari Raya Idul Fitri.
Dengan demikian, puasa Syawal bisa dikerjakan mulai Selasa, 3 Mei.
Akan lebih baik jika dilakukan secara berturut selama enam hari mulai hari kedua Syawal.
Namun, jika merasa kesulitan, maka diperbolehkan tidak berurutan, asalkan berpuasa sebanyak enam hari dan masih di bulan Syawal.
Baca juga: Tata Cara dan Bacaan Niat Puasa Sunnah di Bulan Syawal
Niat puasa Syawal
Sebelum puasa, baca terlebih dulu niat puasa Syawal. Adapun bunyi lafal niat puasa Syawal yaitu:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, “Aku berniat puasa sunah Syawwal esok hari karena Allah SWT.”
Untuk puasa sunah, niat boleh dilakukan di siang hari sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh.
Ia juga dianjurkan untuk melafalkan niat puasa Syawal pada siang hari.
Berikut ini lafalnya :
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, “Aku berniat puasa sunah Syawwal hari ini karena Allah SWT.”
(TribunAmbon.com/Fitriana Andriyani, Tribunnews.com/Daryono/Via)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.