Insiden Kontainer Jatuh
Kontainer Tercebur ke Laut Hingga Ratusan Ikan Mati, Prof Male: Dugaan Terpapar Sianida
Pengambilan sampel menyusul matinya ratusan ikan secara mendadak pasca terceburnya konteiner ke laut Kawasan tersebut, Selasa (28/3/2023).
Penulis: Fajrin S Salasiwa | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fajrin S Salasiwa
NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Ahli Kimia Anorganik Univeristas Pattimura (Unpatti) Ambon, Prof Dr Yustinus Male dan Tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku mengambil sampel di kawasan perairan dan Pelabuhan Namlea, Kamis (30/3/2023).
Pengambilan sampel menyusul matinya ratusan ikan secara mendadak pasca terceburnya kontainer ke laut kawasan tersebut, Selasa (28/3/2023).
Kepada TribunAmbon.com usai mengambil sampel, Prof Male mengungkap dugaan awal kematian ikan akibat terkontaminasi bahan berbahaya dan beracun (B3).
B3 yang dimaksudkan yakni sianida dan kapur.
Namun untuk memastikan dugaan awal itu, perlu uji laboratorium.
“Kalau dari indikasi awal itu ada bahan B3, untuk membuktikan itu mesti perlu analisis laboratorium,” ungkapnya kepada TribunAmbon.com, Kamis.
Lanjutnya, sampel yang diambil, yakni; bangkai ikan dan air laut.
Baca juga: 1 Kontainer Milik Fadli Dibuka di Ambon, Polisi Periksa 2 Saksi
Baca juga: Penyebab Kontainer Jatuh ke Laut: Tali Slank Penghubung Kontainer Terputus, Ratusan Ikan Mati
Menurutnya, untuk saat ini dampak pencemaran tidak terlalu besar, karena evakuasi kontainer berjalan cepat.
Namun, dalam 14 hari potensi penyebaran makin luas mengingat penguapan sianida berlangsung dalam kurun waktu tersebut.
“Untuk perairan dalam Teluk Namlea sendiri sudah normal, ini dilihat dari parameter ph air, namun alangkah baiknya menunggu hinga 14 hari sejak hari jatuhnya kontainer, karena zat sianida itu menguap setelah 14 hari,” ungkapnya.
Diberitakan, sebuah kontainer jatuh dari KM Dorolonda saat aktivitas bongkar muat, Selasa (28/3/2023).
Insiden jatuhnya kontainer hingga tercebur ke laut itu terjadi di kawasan Pelabuhan Laut Namlea, Kota Namlea, Kabupaten Buru.
Raden Salasiwa pelaksana harian sahbandar Namlea mengatakan, insiden tersebut dikarenakan Tali slank dari KM Dorolonda terlepas saat melakukan bongkar muat.
"Pada saat aktifitas bongkar muat pagi tadi, tali slank penghubung kontainer putus, akhirnya terlepas dan kontainer tercebur ke laut,” ungkap Raden. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Male-Teliti.jpg)