Utang
Ikuti Tips Ini Jika Tak Ingin Uang Anda Raib karena Diutangi Orang
Pasalnya, belakangan banyak kejadian orang yang punya utang lebih galak daripada yang memberi utang itu sendiri.
TRIBUNAMBON.COM - Psikolog Dosen psikologi dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Gita Aulia Nurani memberkan sejumlah tips agar menghindari hal-hal yang tak diinginkan bagi pemberi utang dan orang yang diutangi.
Pasalnya, belakangan banyak kejadian orang yang punya utang lebih galak daripada yang memberi utang itu sendiri.
“Ketika seseorang berada di situasi yang menekan (ditagih utang), dia berada di situasi stressor, maka dia berupaya untuk mengeluarkan sebuah skema dalam dirinya untuk tidak lagi berada dalam posisi tersebut,” ucap Gita Aulia Nurani seperti yang dilansir dari Kompas.com, Senin (27/3/2023).
Berikut tips yang perlu diperhatikan:
- Memahami diri sendiri apakah sanggup jika uang tersebut dipinjamkan atau uang tersebut tidak berada di tangan sendiri untuk sementara waktu.
- Mengenal dan mengukur orang yang ingin dipinjami, tetapi jauh lebih waspada jika orang tersebut belum terlalu dikenali.
- Jika tidak nyaman untuk meminjamkan uang atau diri sendiri sedang kesulitan uang, makan beranilah untuk mengatakan tidak untuk meminjamkan uang tersebut.
- Bila perlu, membuat perjanjian secara tertulis terkait tanggal konkret kapan uang itu dikembalikan sejak awal dipinjamkan.
- Tips menagih utang Gita mengatakan, jika sudah mempunyai perjanjian sedari awal ketika uang dipinjamkan, maka itu bisa dijadikan patokan seseorang ketika menagih utang.
“(Menagih) melalui chat dulu tentunya, sekaligus berikan nomor rekening,” ucapnya.
Kemudian jika melalui chat tidak direspon, atau direspon, namun menolak untuk membayar, sebaiknya beranikan diri terlebih dahulu untuk menagih secara langsung.
“Secara psikologis penagih harus menempatkan diri sebagai orang yang tegas," ujar Gita.
"Karena penagih berhadapan seseorang. Jika dia (peminjam) sulit ditagih dan penagih tidak tegas, itu menjadikan dia semakin menggampangkan persoalan utang itu,” lanjutnya.
Menurut Gita, jika yang ditagih utang dirasa sudah tidak bisa ditangani sendiri bahkan sampai mengancam, mintalah bantuan pihak ketiga, seperti teman atau keluarga orang tersebut yang bisa membantu proses komunikasi.
Baca juga: Pernahkah Anda Tagih Utang Namun Lebih Galak Orang yang Pinjam? Ternyata Ini Alasannya
“Yang jelas bukan kemudian membiarkan, karena itu tidak memberi efek jera. Jadi tunjukkan bahwa penagih memiliki otoritas dan tegas terhadap hal tersebut,” tandasnya.
Tips jika ingin berutang Gita juga memberikan tips untuk orang yang ingin meminjam uang kepada orang lain berikut ini:
- Sebelum berutang, cek apakah ada aset yang dimiliki dan dapat dijual untuk menutupi kekurangan.
- Karena prinsipnya adalah hidup secukupnya bukan semaunya, apalagi jika berutang karena gaya hidup.
- Jika terpaksa sekali harus berutang, sampaikan pada keluarga inti terlebih dahulu sebelum ke pihak luar.
- Jika keluarga inti tidak dapat membantu maka pinjam dari orang terdekat di luar keluarga, tapi dengan perjanjian agar sama-sama merasa nyaman.
- Jangan lupakan tenggat waktu pembayaran untuk menjaga kepercayaan.(*)
(Kompas.com / Penulis : Aditya Priyatna Darmawan / Editor : Farid Firdaus)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/uang-rupiah.jpg)