Serba serbi Ramadan
Kopiah Nasional Khas Bung Karno Paling Laris di Kawasan Al-Fatah Ambon
Meski harganya juga relatif tinggi, namun tetap saja diburu pembeli. Harga satuan Kopiah Nasional Rp 50 ribu.
Penulis: Ode Alfin Risanto | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Selain Kopiah Taliban, ternyata Kopiah Nasional juga masuk deretan paling dicari warga muslim.
Penelurusan TribunAmbon,com di kawasan Mesjid raya Al-Fatah Ambon diakui para pedagang, Kopiah Nasional khas Bung Karno paling laris.
Meski harganya juga relatif tinggi, namun tetap saja diburu pembeli.
Harga satuan Kopiah Nasional Rp 50 ribu.
"Iya Kopiah Nasional ini kalau dalam bulan puasa ini sangat laku terjual meski harganya sedikit mahal," ujar salah seorang penjual, Fatur Kepada TribunAmbon, Jumat (24/3/2023).
Fatur menuturkan di tempat jualanya kopiah Nasional ini bisa sehari terjual hingga 15 picis.
Baca juga: Pelaku Rudapaksa Mama Muda Ditangkap, Warga Geram dan Seruduk Kantor Polsek Banda
Baca juga: 181 Aparat Amankan Ramadan di Maluku Tenggara, Kapolres: Pemuda Non Muslim Ikut Berjaga
"Minat Kopiah Nasional ini sangat banyak mungkin karena kopiah ini biasa di pakai selain buat ibadah bisa juga di acara formal," terangnya.
Lanjutnya, selain Kopiah Nasional dan Taliban yang laris manis ternyata ada songkok mercan juga yang laris.
Songkok mercan sangat laris karena bentuknya yang tipis yang bisa di taruh di dalam saku celana.
"Songkok mercan juga harganya murah Rp 20 Ribu, hal itu yang membuatnya sangat laris," tandasnya.
Kopiah Nasional atau dikenal dengan sebutan Peci Hitam itu pertama kali di populerkan Hadji Omar Said Cokroaminoto atau HOS Cokroaminoto sekitar tahun 1916.
Kemudian peci hitam ini lebih dikenal lagi setelah dipakai oleh Presiden Pertama RI Indonesia, Ir Soekarno dalam setiap momentum acara yang dirinya hadir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Kopiah-nasional-x.jpg)