Komunitas
Ini Profil Honda Beat Street Club Ambon: Katong Samua Basudara
Tak cuma bikin lebih keren, Beat satu ini menawarkan handling berbeda lantaran posisinya lebih tinggi dan lebar ketimbang sejenisnya.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Beat Street, motor rilisan Honda tahun 2016 itu berbeda diantara jejeran motor Beat lainnya.
Meski memiliki bodi sama, penggunaan stang telanjang meningkatkan estetika.
Tak cuma bikin lebih keren, Beat satu ini menawarkan handling berbeda lantaran posisinya lebih tinggi dan lebar ketimbang sejenisnya.
Bagi sebagian pengendara, posisi itu terasa lebih baik.
Dua tahun sejak Beat Street mengaspal hadirlah komunitasnya di Ambon.
Ialah Honda Beat Street Club Ambon (HBSCA) pada 14 Desember 2018.
Dibentuk oleh 3 sekawan yakni Ralef Pical, Aldrin Mandabayan, dan Adri Cungkring.
HBSCA merupakan jejaring dari komunitas Beat Street Indonesia di Jakarta.
"Dulu di tahun 2018 belum banyak pengguna Beat Street di Ambon, kami bertiga secara kebetulan ketemu di jalan saling bertukar kontak lalu sepakat membentuk komunitas ini," ucap Adri Cungkring kepada TribunAmbon.com, Malam, Senin (20/2/2023).
Baca juga: Ini Dia Profil Beat Ambon Club
Tahun pertama dibentuk, HBSCA diketuai Ralef Pical, menyusul tahun berikutnya tampuk ketua diserahkan pada Jimmy Soulissa dan kemudian dilanjutkan Steve Lekscut.
Kini, HBSCA dipimpin Yoris Sui menggantikan Timotius Lekiohapy di tahun 2022.
Berikut ini struktur kepengurusan HBCSA :
Dewan Penasehat : Ralef Pical
Ketua : Yoris Sui
Wakil : Fachri
Sekretaris : Novri
Bendahara : Zikri Tella
Divisi Humas : Ronald S
Divisi Keanggotaan : Angky Beruatyaan & Rian Pangaribuan
Divisi Touring & Dokumentasi : Hendy Teken
HBSCA kini memiliki 45 member aktif dan 10 member prospek atau calon member.
Sederetan agenda komunitas menjadi warna selama kurang lebih 5 tahun mengaspal di jalanan kota Ambon.
Mulai dari Kopdar rutin di malam minggu, sebanyak 2 kali dalam sebulan.
"Agenda rutinitas kami disetiap malam minggu itu Kopdar, biasanya di Kota Jawa atau juga di Lapangan Merdeka," ujarnya.
Tak hanya itu, Honda Beat Street Club Ambon pun rutin Touring Kemerdekaan setiap tanggal 17 Agustus, ke berbagai daerah di Maluku.
Diantaranya; tahun 2019 ke Pulau Osi, Kabupaten Seram Bagian Barat, tahun 2020 ke Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, dan ke Wisata Air Putri di Kabupaten Seram Bagian Barat pada tahun 2022 kemarin.
"Kami rutin adakan Touring Kemerdekaan, hanya saja pada 2021 itu tidak jalan karena pandemi Covid-19," ungkapnya.
Lanjutnya dijelaskan, touring selain memeriahkan Kemerdekaan Republik Indonesia namun juga untuk mengeksplor destinasi wisata di Maluku.
"Ketika touring itu kami sering menyinggahi wisata-wisata populer yang ada, sepanjang perjalanan kami juga melihat lokasi-lokasi tertentu yang cocok dijadikan tempat wisata," tuturnya.
Bukan hanya sekedar agenda otomotif, HBSCA juga terlibat berbagai kegiatan sosial kemanusiaan.
Diantaranya; pada tahun 2019 lalu membawa sembako bagi korban bencana gempa di Dusun Wainuru, Desa Waai, Kabupaten Maluku Tengah.
Kemudian di 2020 ikut penghijauan di Hila, berupa penanaman 1000 anakan pohon seperti Cengkeh, Pala, Durian, Manggrove, Pohon Lenggua, dan Pohon Samama.
Serta membawa bantuan sembako bagi pengungsi Kariuw di Aboru.
HBSCA juga turut membantu pemerintah Kota Ambon dalam mengatasi pandemi Covid-19 dengan ikut menyemprot disinfektan di beberapa titik kota berjuluk manise ini serta berbagi masker gratis.
Kegiatan sosial lainnya yang tak dilupakan oleh komunitas ini seperti bagi-bagi takjil saat bulan puasa dan donor darah.
Mengusung motto 'Katong Samua Basudara' menjadikan HBSCA menjadi rumah bagi setiap membernya.
Sehingga untuk bergabung ke komunitas ini ada serangkaian ujian yang harus dilalui.
Mulai dari dorong motor 5 sampai 10 Kilometer ke SPBU, kemudian mengisi BBM seharga Rp. 2000 dengan meminta bukti transaksi.
Setelahnya calon member wajib memasang ulang bodi dan part kendaraan yang di bongkar hinga tersisa mesin dan rangka.
Kemudian harus foto bersama tiga komunitas motor serta touring ke tiga destinasi wisata berbeda di Maluku.
Setelah melalui serangkaian ujian tersebut, calon member kan diuji lagi loyalitasnya, hal itu bertujuan untuk menyaring calon member sebelum diangkat sebagai member tetap.
"Ada serangkaian ujian yang harus dilewati jika ingin bergabung, hal tersebut untuk menguji keseriusan dan loyalitas, biasanya setahun sampai dua tahun baru diangkat menjadi member full," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/HBSCA-B.jpg)