Breaking News:

Gempa Guncang Maluku

Update Gempa Magnitudo 7,5 di MBD dan KKT: Tak Ada Korban Jiwa, Total 11 Orang Luka-luka

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Maluku, Sandhy Luhulima mengatakan, dalam kejadian tersebut ada 11 orang yang mengalami luka-luka

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea
Courtesy / Kapolres Kepulauan Tanimbar
GEMPA GUNCANG MALUKU: Aparat Polres Kepulauan Tanimbar temui warga. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Provinsi Maluku membeberkan kondisi terkini pasca gempa Magnitudo 7,5 yang mengguncang Maluku Barat Daya ( MBD ), Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dan sekitarnya, Selasa (10/1/2023) lalu.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Maluku, Sandhy Luhulima mengatakan, dalam kejadian tersebut ada 11 orang yang mengalami luka-luka.

“Berdasarkan data terakhir yang kami himpun, dalam kejadian tersebut sebabkan ada 11 orang yang mengalami luka-luka,” kata Luhulima kepada TribunAmbon.com, Jumat (13/1/2023).

Ia merincikan, 11 korban luka-luka itu 4 diantaranya berasal dari Desa Karatat Kecamatan Wuarlabobar, KKT.

Sementara, 7 lainnya berasal dari Desa Watuwey, Kecamatan Dawelor Dawera, MBD.

Ia memastikan, tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Yang diinfokan bahwa ada satu orang yang ditemukan meninggal dunia itu bukan korban gempa melainkan tenggelam.

Sehingga, almarhum Yoakim Laiyan (44) yang merupakan seorang nelayan warga asal Desa Lauran, Kecamatan Tanse, Kabupaten Kepulauan Tanimbang (KKT) itu tidak termasuk dalam kategori korban bencana alam.

“Korban jiwa informasinya ada satu, setelah dicek ternyata korban meninggal bukan karena bencana tapi tenggelam sehingga itu bukan kategori dalam korban bencana alam,” tandasnya.

Diketahui, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa dengan magnitudo 7,5 terjadi Selasa (10/1/2023) pukul 02.47 WIT.

Baca juga: 28 Fasilitas Umum di MBD dan KKT Rusak Pasca Gempa Magnitudo 7,5, Termasuk 7 Unit Gereja

Gempa tersebut berpusat di laut pada kedalaman 131 KM di koordinat 7,25 Lintang Selatan dan 130,18 Bujur Timur, sekitar 148 KM barat laut Maluku Tenggara Barat.

Gempa tersebut dirasakan pada skala V MMI di Kota Saumlaki; IV MMI di Dobo dan Tiakur; III-IV MMI di Alor, Waingapu, Waijelu, Lembata, Sorong, dan Kaimana; II-III di Kairatu, Merauke, Nabire, Tanah Merah, Wamena, Bakunase, Kolhua, Sabu, Rote, Ende, Amarasi Selatan, dan Kota Kupang; serta II MMI di Ambon dan Piru (Kabupaten Seram Bagian Barat).

Pada skala II MMI getaran dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan pada skala III MMI getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa seakan ada truk berlalu.

Getaran pada skala IV MMI pada siang hari dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah serta menyebabkan gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi.

Pada skala V MMI, getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, membuat banyak orang terbangun, serta menyebabkan gerabah pecah, barang-barang terpelanting, serta tiang-tiang dan barang besar bergoyang.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved