Komunitas
Barisan Scooter Antik Ambon, Ini Komunitas Vespa Anti Miras
Legendanya skuter ini tetap hidup meski dalam kondisi onderdil yang sangat sulit didapat. Di Kota Ambon, meski sempat hilang pasca bencana sosial.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Menyoal komunitas pecinta motor, Vespa tentu begitu masif dan mungkin paling dituakan tidak di pelbagai penjuru dunia.
Legendanya skuter ini tetap hidup meski dalam kondisi onderdil yang sangat sulit didapat.
Di Kota Ambon, meski sempat hilang pasca bencana sosial.
Kecintaan akan skuter bertubuh bulat itu kembali menemukan jalannya.
2013, dideklarasikan Maluku Vespa Bersatu dengan ratusan member aktif.
Kepada TribunAmbon.com, Jamal Abidin menjelaskan, saking banyaknya member, maka dibagi dalam tiga sektor sejak 2019.
Sektor pertama yakni mulai dari kawasan seputaran wayame sampai laha dengan nama Barisan Scooter Antik Ambon (BATIK).
Sektor kedua mulai dari kawasan Waiheru sampai di Passo dengan nama Garasi Ambon Scooter (GAS)
Dan ketiga dengan nama Amboina Vespa Club di kawasan sekitaran kota Ambon.
Jamal sendiri selaku Ketua Barisan Scooter Antik Ambon.
"Kala itu member kami cukup banyak, sampai 130an member aktif, kemudian untuk mempermudah pengawasan dan pengontrolan maka dibagilah menjadi 3 sektor wilayah," tuturnya.
Dijelaskan, Batik sendiri berdiri sejak 31 Oktober 2019 lalu, saat ini memiliki 30 member aktif.
Rumah kontrakannya di perumahan BTN Wayame yang juga bengkel Vespa menjadi Homebase bagi komunitas ini.
"Yah rumah ini selain menjadi bengkel vespa juga jadi tempat main anak-anak komunitas," ungkapnya
Keahliannya mereparasi dan merestorasi Vespa menjadikannya akrab dengan pecinta Vespa seantero Maluku.
"Banyak pengguna Vespa yang datang kesini untuk reparasi maupun untuk restorasi dari awal, bukan hanya dari kota Ambon, banyak juga dari Seram dan Tual," tandasnya.
Sebagai komunitas motor tentunya tidak terlepas dari agenda Touring, Barisan Scooter Antik Ambon sudah puluhan kali touring keliling Kota Ambon, juga ke daerah lain.
"Kalau touring keliling PAmbon biasanya sebulan sekali, sedangkan ke luar Ambon, kami pernah ke Masika Jaya, Seram Bagian Barat, Masohi dan Namlea," ucapnya.
Selain Touring ada juga agenda Vespa Tamasya dan Vespa Weekend.
"Ada juga agenda lain seperti Vespa Tamasya, itu khusus untuk member saja, sedangkan Vespa Weekend itu bisa ajak pasangan ataupun keluarga," jelasnya.
Adapun komunitas ini juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, salah satunya membawa bantuan sembako ke pengungsi gempa di Liang tahun 2019.
“Juga ikut dalam ajang Vespa World Day di tahun 2022 kemarin,” ujarnya.
Selain itu, ada sejumlah aturan dalam komunitas yang dinakodainya, salah satunya tidak mengkonsumsi minuman beralkohol.
"Setiap member dilarang keras miras, kalau mau miras cari saja komunitas vespa lain," tegasnya.
Dan untuk bergabung bersama Batik, syarat cukup mudah.
"Kalau mau bergabung tapi belum memiliki Vespa pun boleh, itu bisa dibicarakan, asalkan tidak mengkonsumsi miras atau komitmen untuk tidak lagi miras, harapan saya adalah anak-anak muda lebih fokus untuk kebiasaan yang positif," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Vespa-Batik-A.jpg)