Kebakaran di Ambon
Wakil Rakyat Minta BUMN Manfaatkan Dana CSR tuk Bantu Korban Kebakaran di Lorong Tahu
Menurutnya, bantuan yang bisa diberikan kepada korban kebakaran bisa menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial
Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Christianto Laturiuw meminta seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada di Kota Ambon untuk turut membantu korban kebarakan di Lorong Pabrik Tahu, Kelurahan Rijali, Sirimau daerah itu.
Menurutnya, bantuan yang bisa diberikan kepada korban kebakaran bisa menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan untuk warga.
“Saya meminta agar BUMN bisa turut membantu korban kebakaran. Kalo dari Telkom itu ada dana internal sendiri dari mereka soal bencana tanggap darurat dan mereka sudah lakukan itu, BUMN yang lain bisa menyesuaikan,” kata Laruriuw kepada wartawan, Senin (12/12/2022).
Dikatakan, BUMN jangan hanya hadir secara fisik kelembagaan di Kota Ambon saja.
Namun, harus turut berpartisipasi aktif terhadap warga jika sewaktu-waktu diperlukan.
“Kita hadir di Kota Ambon bukan hanya soal fisik kelembagaan tapi program dan partisipasi aktif juga diperlukan untuk dinikmati bagi warga masyarakat,” ungkapnya.
Ia meminta seluruh BUMN untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Ambon untuk melihat hal apa saja yang masih dibutuhkan para korban kebakaran untuk kemudian ditindaklanjuti melalui dana CSR.
Baca juga: Gelar Konser Mini di Bawah JMP, Fans Brasil Galang Dana Bantu Korban Kebakaran Lorong Tahu
“Tadi kami juga sudah sampaikan kepada seluruh BUMN untuk koordinasi dengan Dinsos agar melihat hal apa saja yang masih dibutuhkan,” tandasnya.
Diketahui, kebakaran terjadi di kawasan Lorong Pabrik Tahu, Kelurahan Rijali, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Jumat (9/12/2022) pukul 04.00 dini hari WIT.
Puluhan bangunan ikut terbakar pada insiden ini.
Dua orang dilaporkan meninggal dunia, dan satu orang lainnya mengalami luka bakar.
Kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Kini, sebanyak 845 orang sedang mengungsi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/11102022-Christianto-Laturiuw.jpg)