Senin, 20 April 2026

Nataru di Maluku

Jelang Nataru, Lapak Petasan di Masohi Mulai Ramai

Tak mau tertinggal momen menguntungkan itu, para pedagang petasan atau kembang api di Kota Masohi, Maluku Tengah, mulai marak berjualan.

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com / Lukman
NATARU: Ani (tengah) bersama tiga orang temannya sementara menjajakan dagangan mereka di Kawasan Jln Abdullah Soulissa, Kota Masohi, Rabu (7/12/2022). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Kurang lebih dua hingga tiga pekan lagi umat Kristiani merayakan Hari Raya Natal 2022 begitu juga penyambutan Tahun Baru 2023 ( Nataru ).

Tak mau tertinggal momen menguntungkan itu, para pedagang petasan atau kembang api di Kota Masohi, Maluku Tengah, mulai marak berjualan.

Pantauan TribunAmbon.com, tenda para pedagang musiman itu terlihat berjejeran di sepanjang kawasan Masohi Plaza (Maplaz) Jalan Abdullah Soulissa, Kota Masohi, Rabu (7/12/2021).

Dagangan yang mereka jual seperti jenis-jenis kembang api, pernak-pernik Natal, juga terompet dan topeng hingga hiasan rambut.

Ani (32 tahun) salah seorang pedagang mengatakan, setiap menjelang tahun baru bersama teman-temannya menjalani usaha yang telah ditekuni selama ini.

Dikatakan dari usaha musiman yang mereka tekuni setahun sekali itu juga memberikan penghasilan lumayan, setiap tahun sudah dipastikan mengumpulkan pundi-pundi rupiah yang bisa mencapai jutaan rupiah.

Mengenai harga petasan dan kembang api yang ditawarkan bervariasi mulai dari Rp Rp. 5 ribu hingga paling mahal Rp. 300 ribu bahkan ada sebagian pedagang menjual hingga dua Juta per buah tergantung jenis petasan dan bentuk kembang apinya.

Baca juga: Personel hingga Genset Disiagakan PLN saat Nataru di Kota Ambon

"Mengenai harga jual bervariasi tergantung bentuk dan ukurannya mulai dari harga Rp 5000 hingga Rp 2000.000 per buah. Maksudnya harga yah tergantung ukuran dan jenisnya ini," kata Ani.

Lanjutnya, tak hanya dia, biasanya, dagangan mereka itu akan banyak dicari warga H-2 dan 1 atau sehari menjelang Natal ataupun sehari jelang malam pergantian tahun.

"Paling laris itu nanti di dua hari atau besoknya mau Natal itu paling banyak. Juga di menjelang hari H tahun baru itu, itu baru ramai orang belanja, kalau sekarang kan ada laku tapi baru satu dua orang saja yang datang berbelanja," jelas dia.

Dikatakan, jauh sebelum Bulan Desember ini, dia dan teman temannya sudah memesan barang dagangan mereka. Jika tidak demikian maka mereka tidak akan akan dapat kebagian barang.

"Biasanya tiga bulan sebelum Desember ini kita sudah pesan jadi sudah siap memang. Tinggal tunggu Desember saja langsung kita jualan," jelas Ani.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved