Breaking News:

Ambon Hari Ini

Bodewin Wattimena Kagum Kehidupan Perdamaian di Wayame Ambon; Luar Biasa

Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena nampak kagum dengan kehidupan perdamaian di Desa Wayame, Kecamatan Teluk Ambon.

Mesya
Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena saat memberikan sambutan di acara Merawat Perdamaian Wayame, Jumat (18/11/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Ambon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena nampak kagum dengan kehidupan perdamaian di Desa Wayame, Kecamatan Teluk Ambon.

Menurutnya, warga setempat terbilang sangat luar biasa karena mampu menjaga perdamaian ditengah-tengah konflik 1999 tahun lalu dan masih terjaga hingga saat ini.

“Hanya satu kata yaitu luar biasa, coba kalian bayangkan ditengah-tengah situasi pada saat konflik itu semua wilayah di Kota Ambon ini terdampak konflik tapi Wayame tidak. Negeri-negeri tetangga baik Hative Besar, Rumah Tiga semua terdampak tapi Wayame tidak,” kata Bodewin Wattimena, Jumat (18/11/2022).

Dikatakan, kondisi Wayame yang mampu menjaga perdamaian hingga 23 tahun ini tentu menginspirasi semua pihak.

Bagi desa/negeri/kelurahan, harus melihat kondisi di Wayame agar bisa bertanggung jawab dalam menjaga, merawat, dan memelihara perdamaian di Kota Ambon.

Baca juga: Tim 20 Dilantik tuk Merawat Perdamaian di Wayame Ambon

Lanjut dia, jika perdamaian sudah mulai terawat, baru lah diwariskan ke generasi muda untuk kehidupan yang berkelanjutan.

“Jadi saya harap Wayame ini menjadi contoh bagi semua desa/negeri/kelurahan di Kota Ambon supaya kehidupan dalam bingkai hidup bersaudara mesti selalu kita bangun, kita jaga, kita rawat,” ungkapnya.

Sekretaris DPRD Maluku itu mengatakan, jika Ambon damai, tentu seluruh program pemerintah juga akan berjalan dengan baik.

“Kalau tidak ada perdamaian, maka akan jadi penghalang, batu sandungan untuk kita dalam membangun kota ini,” tandasnya.

Diketahui, untuk merawat perdamaian di Wayame, warga setempat kemudian membentuk Tim 20.

Kepala Desa Wayame, Samsudin Menur mengatakan, Tim 20 itu merupakan gabungan dari warga setempat yang dipercayai bisa merawat perdamaian yang ada baik dari agama Islam maupun Kristen.

Mereka-mereka ini harus berperan untuk meminimalisir cerita-cerita negatif yang membawa isu agama yang nantinya berdampak bagi perdamaian yang ada di Wayame.

Selain itu, Tim 20 juga dibuat sebagai wadah untuk mediasi bersama tokoh agama maupun tokoh masyarakat sebagai upaya menjaga kedamaian.

Tim 20 itu terdiri dari Islam Kristen yang mereka jaga bagaimana bisa meminimalisir provokasi, cerita-cerita yang negatif, mereka juga sebagai wadah untuk mediasi bersama tokoh masyarakat maupun tokoh agama untuk adakan dialog keagamaan disini,” ungkapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved