Pulau Emas Romang

Hanya Ada Tiga Desa di Pulau Romang, Butuh Nyali Lewat Darat, Laut Tarif 1.5 Juta

Sementara harga sewa longboat pun terhitung tinggi, Rp 1 Juta untuk rute Desa Hila - Jerusu sedangkan Hila - Salath mencapai Rp 1.5 Juta.

Penulis: Fandi Wattimena | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com / Fandi
EMAS PULAU ROMANG: Pemandangan udara Tanjung di Pulau Romang, Maluku Barat Daya ( MBD ), Provinsi Maluku. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Hanya terdapat tiga desa di Kecamatan Pulau Romang, Kabupaten Maluku Barat Daya.

Yakni; Desa Jerusu, Hila dan yang paling muda Desa Solath.

Ketiga desa itu dalam satu pulau yang dibatasi hutan dan bukit.

Jarak satu desa ke desa lainnya cukup jauh jika diakses dengan berjalan kaki.

Desa Hila ke Jerusu sejauh 8.6 km.

Desa Jerusu ke Salath sejauh 12 km.

Desa Solaht ke Hila mencapai 9.5 km.

Belum ada jalan memadai dari desa satu ke desa lainnya.

Hanya ada jalan setapak yang dibuat warga secara swadaya.

Jalan rakyat itu bisa dilalui menggunakan sepeda motor, namun pengendara bakal berhadapan dengan jalan bebatuan, tanjakan curam hingga menyeberangi sungai.

Mobil sama sekali tidak bisa lewat.

"Harus orang yang berani dan kemampuan tinggi," cetus Iman, salah seorang pengemudi longboat kepada TribunAmbon.com, Kamis (13/10/2022).

Dijelaskan karena akses jalan darat jauh dari memadai, jalur laut jadi pilihan.

Baca juga: Infrastruktur hingga Pendidikan Tak Memadai, Ini Permintaan Camat Pulau Romang-MBD ke Pusat

"Bisa pake bodi (Longboat)," cetus pria yang baru sudah 8 tahun menjadi pengemudi longboat itu.

Sementara harga sewa longboat pun terhitung tinggi, Rp 1 Juta untuk rute Desa Hila - Jerusu sedangkan Hila - Salath mencapai Rp 1.5 Juta.

"Harga minyak mahal," cetusnya.

Serupa itu, Camat Pulau Romang juga menegaskan minimnya infrastruktur di Pulau dengan hasil mineral emas itu.

Disebutkan, pertama tidak ada akses kelistrikan.

Kedua, akses perhubungan darat tidak ada dan akses laut jauh dari memadai.

Ketiga, akses telekomunikasi di Desa Solath bahkan tak ada signal provider apapun.

Baru ada di Desa Hila dan Jerusu, namun itu pun masih harus menuju titik tertentu untuk signal yang stabil.

Dia pun meminta pemerintah pusat lebih memperhatikan kondisi warga di Pulau Romang. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved