Jumat, 24 April 2026

Kasus Gantung Diri

Dalam Sepekan, Dilaporkan Dua Kasus Gantung Diri di Maluku

Pada Sabtu (1/10/2022) lalu, warga Negeri Haruru, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah digegerkan dengan peristiwa gantung diri.

Editor: Adjeng Hatalea
Grafis TribunAmbon.com / Alghazali
ILUSTRASI GANTUNG DIRI: Terdapat dua kasus gantung diri yang terjadi dalam sepekan ini di Provinsi Maluku. 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Dilaporkan terdapat dua kasus gantung diri yang terjadi dalam sepekan ini di Provinsi Maluku.

Kasus gantung diri memang belakang kerap terjadi. 

Tidak diketahui pasti motif para korban ini mengakhiri hidup dengan gantung diri.

Namun, dari kepolisian kerap menyebut korban depresi.

Gantung diri di Maluku Tengah

Pada Sabtu (1/10/2022) lalu, warga Negeri Haruru, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah digegerkan dengan peristiwa gantung diri.

Seorang warga Negeri Haruru berinisial SM (44) ditemukan tewas gantung diri di ruang tamu rumahnya.

Korban berinisial SM (44) itu pertama kali ditemukan 

Kasi Humas Polres Maluku Tengah Iptu Wijaya mengatakan, kejadian tersebut pertama kali diketahui istri korban saat baru bangun tidur.

"Istri korban bangun dan melihat korban sudah tidak berada ditempat tidur. Setelah itu, istri korban pergi ke rumah miliknya, dengan tujuan untuk menyalakan air, namun pada saat sampai dirumah miliknya, istri korban melihat korban sudah tergantung di pintu ruang tamu miliknya dengan posisi kaki tidak menyentuh lantai," kata Iptu Wijaya.

Melihat kejadian itu, istri korban langsung berteriak meminta tolong kepada tetangga yang ada di kawasan itu.

"Sehingga istri korban berteriak minta tolong dan masyarakat disekitarnya datang untuk menolong korban yang sedang tergantung namun korban telah meninggal dunia danlLangsung dibawah ke (rumah tinggal sementara),"tambah dia.

Kejadian itu kemudian langsung dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Negeri Haruru Brigpol Paulus Iramijaya dan langsung dilaporkan ke SPKT Polres setempat.

Polisi yang menerima informasi kejadian itu langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP)

"Tinpol menerima laporan, langsung turun ke TKP, melakukan olah TKP, amankan TKP, Amankan Barang Bukti, Mencari keterangan saksi, membuat Surat Keterangan penolakan Autopsi dari pihak keluarga,"jelas dia lagi.

Setelah melakukan olah TKP, aparat yang ada di lokasi meminta pihak keluarga untuk melakukan autopsi namun pihak keluarga menolak itu.

"Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi terhadap korban dan menerima kejadian yang terjadi sebagai suatu musibah,"pungkasnya.

Sejauh ini belum diketahui penyebab dan alasan korban nekat bunuh diri.

Gantung diri di Kota Ambon

Kemudian sembilan hari berikutnya, dilaporkan kasus gantung diri yang terjadi di Kota Ambon.

Kasus gantung diri ini terjadi di Lapas Anak Kelas II, Desa Passo kecamatan Baguala Kota Ambon.

Diketahui korban merupakan tahanan Lapas Anak berinisial SHP (18).

Kejadian ini disaksikan oleh teman sekamar nya.

Baca juga: Geger Seorang Napi Lapas Anak di Ambon Tewas Gantung Diri

Korban diketahui menggunakan sehelai kain berwarna hitam dan merah untuk melakukan tindakan tersebut.

Menurut kesaksian teman sekamar korban, IN (18), pada jam 05.30 WIT teman sekamarnya yang adalah seorang mahasiswa melihat ke arah jendela, kemudian dikejutkan dengan jasad korban yang sudah tergantung di koseng jendela kamar tahanan.

Sontak IN membangunkan saksi lain OM (15) yang adalah teman sekamar korban juga.

Segera OM dan IN melaporkan peristiwa itu kepada Petugas Piket yang sedang berjaga.

Simon Sariwating (30) selaku petugas piket LPKA Kelas II Ambon dalam kesaksiannya mengungkapkan, waktu itu sedang berjaga sekitar pukul 05.30 WIT.

Simon kebetulan sedang berjaga di kamar tahanan, kemudian teman sekamar korban melaporkan kejadian tersebut kepada Simon.

Hal itu membuat Simon mengecek dan memastikan bahwa korban telah meninggal di tempat.

Mereka pun melepaskan ikatan yang melilit badan korban.

Petugas Lapas pun memutuskan untuk melarikan korban ke rumah sakit Otoquit Passo.

Belum diketahui penyebab korban melakukan aksinya.

Namun, menurut Kapolsek Baguala, AKP Mety Jacobus, masalah pribadi korban yang disimpan sendiri.

“Korban melakukan aksi bunuh diri lantaran ada masalah pribadi yang belum sempat diceritakan kepada keluarga dan teman-temannya”.

Catatan:

Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

Depresi bukanlah soal yang sepele. Jika kalian mempunyai tendesi untuk bunuh diri atau butuh teman curhat, kalian dapat menghubungi kontak di bawah ini.

Kesehatan jiwa merupakan hal yang sama pentingnya dengan kesehatan tubuh.

Jika semakin parah, disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.

LSM Jangan Bunuh Diri (021 9696 9293) LSM Jangan Bunuh Diri adalah Lembaga swadaya masyarakat yang didirikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan jiwa.

Tujuan dibentuknya komunitas ini adalah untuk mengubah perspektif masyarakat terhadap mental illness dan meluruskan mitos serta agar masyarakat paham bahwa bunuh diri sangat terkait dengan gangguan atau penyakit jiwa.

Kalian dapat menghubungi komunitas ini melalui nomor telepon (021 0696 9293) atau melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved