Minggu, 26 April 2026

Pendidikan di Maluku

Kendala Pengerjaan Bangunan Sekolah, SD Negeri Tanah Goyang Tumpangi MTS Tarbiyah - SBB

Para siswa-siswi SD Negeri Tanah Goyang sementara menumpangi bangunan MTS Tarbiyah Tanah Goyang buntut dari persoalan proses pengerjaan yang belum dis

Penulis: Fajrin S Salasiwa | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com / Andi
Para siswa-siswi SD Negeri Tanah Goyang sementara menumpangi bangunan MTS Tarbiyah Tanah Goyang buntut dari persoalan proses pengerjaan yang belum diselesaikan. 

SBB, TRIBUNAMBON.COM - Para siswa-siswi SD Negeri Tanah Goyang sementara menumpangi bangunan MTS Tarbiyah Tanah Goyang buntut dari persoalan proses pengerjaan yang belum diselesaikan.

Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri Tanah Goyang, Alwan Silehu mengatakan, meski pengerjaan sekolah belum diselesaikan, namun proses belajar - mengajar harus tetap dilaksanakan.

"Siswa kami menggunakan bangunan MTS Tarbiyah Tanah Goyang untuk aktivitas belajar mengajar," kata Silehu saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Minggu (2/10/2022).

Menurutnya, proses pengerjaan sudah dilanjutkan  kembali, setelah dihentikan akibat penggunaan bahan yang tidak sesuai RAB dari CV. Raya Nadawi Mandiri.

"Aktivitas pengerjaan rehabilitas bangun sekolah sudah mulai jalan dari kemarin, dan pemilik CV. Raya Nadawi Mandiri sudah ambil alih dari Iki Lewerissa, diduga selaku kontraktor," ujarnya.

Diketahui bangunan MTS Tarbiyah itu ditumpangi pihak SD Negeri Tanah Goyang di waktu siang.

Meski begitu, tidak menurunkan semangat para  siswa-siswi di daerah itu untuk menuntut ilmu.

Salah satu siswa SD Negeri Tanah Goyang, Rahmat Papalia (9) mengatakan, dia dan kawan lainnya selalu masuk tepat waktu, dan mengikuti kelas dengan seksama.

Para SD Negeri Tanah Goyang kelas pukul 13.00 hingga 16.30 WIT, karena waktu pagi dipakai oleh siswa MTS Tarbiyah.

Baca juga: Renovasi Sekolah Senilai Rp 884 Juta di Tanah Goyang-SBB Dinilai Lambat

"Kita siswa SD sekolah waktu siang, kalau waktu pagi itu MTS jam masuk sekolah," ucap Papalia.

Papalia mengaku rindu menghabiskan waktu belajar di bangunan sekolah asalnya.

"Kita sangat rindu kembali ke sekolah sendiri, karena kita lebih senang dan bebas untuk bermain," ungkapnya.

Diberitakan, Proyek renovasi Sekolah Dasar (SD) Negeri Tanah Goyang, di Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, senilai Rp 884 juta, hingga saat ini belum selesai dikerjakan.

Proyek renovasi sekolah itu dinilai sangat lambat, pasalnya bahan bangun yang dibutuh para pekerja tak kunjung datang, meskipun sudah diminta.

Proyek rehabilitasi enam ruang kelas dengan tingkat kerusakan minimal sedang, beserta parabotnya SD Negeri Tanah Goyang, yang ditangani CV. Raya Nadawi Mandiri, bernomor kontrak 402.02/ SP/ PPK-RRLKS/ SD NEG. TG/ VI/ 2022, dengan sumber dana yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2022, senilai Rp 884.275.241, sudah dikerjakan sejak Juli 2022.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved