Breaking News:

Proyek Renovasi Sekolah

Renovasi Sekolah Senilai Rp 884 Juta di Tanah Goyang-SBB Dinilai Lambat

Proyek renovasi sekolah itu dinilai sangat lambat, pasalnya bahan bangun yang dibutuh para pekerja tak kunjung datang, meskipun sudah diminta.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com / Andi
PENDIDIKAN DI MALUKU: Tampak depan bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri Tanah Goyang, kini belum selesai dikerjakan, Kamis (29/9/2022). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

SBB, TRIBUNAMBON.COM - Proyek renovasi Sekolah Dasar (SD) Negeri Tanah Goyang, di Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, senilai Rp 884 juta, hingga saat ini belum selesai dikerjakan.

Proyek renovasi sekolah itu dinilai sangat lambat, pasalnya bahan bangun yang dibutuh para pekerja tak kunjung datang, meskipun sudah diminta.

"Kita minta bahan lain, misalkan kayu untuk pasang daun seng, namun yang didatangkan tehel, padahal pekerjaan pemasangan tehel belum dilakukan," kata Kepala Tukang, Sapri Saun kepada TribunAmbon.com, Kamis sore.

Sehingga mereka lebih memilih berhenti kerja, dan tak mau melanjutkan pekerjaan proyek itu.

"Jadi, kita sudah mengundurkan diri untuk tidak lagi kerja proyek itu, namun kita tetap meminta upah kerja, terkait dengan item yang sudah kita kerjakan, yaitu pasang bongkar daun seng dan pembongkaran tehel," tandasnya.

Pantauan TribunAmbon.com di lokasi pukul 15.00 WIT, Kamis (29/9/2022), seluruh aktivitas pekerjaan kini tengah dihentikan.

Sehingga, ratusan siswa SD Negeri Tanah Goyang belum bisa menempati ruangan yang ada, untuk aktivitas belajar.

Kini, para siswa SD itu menggunakan bangunan sekolah yang laim, agar bisa mengikuti proses belajar mengajar.

Baca juga: Kapolres Dennie Andreas Sambangi Tiga Desa di Seram Bagian Barat dalam Sehari

Proyek rehabilitasi enam ruang kelas dengan tingkat kerusakan minimal sedang, beserta parabotnya SD Negeri Tanah Goyang, yang ditangani CV. Raya Nadawi Mandiri, bernomor kontrak 402.02/ SP/ PPK-RRLKS/ SD NEG. TG/ VI/ 2022, dengan sumber dana yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2022, senilai Rp 884.275.241, sudah dikerjakan sejak Juli 2022.

Kemudian, berdasarkan kalender pekerjaan, jang waktu yang ditentukan selama 120 hari, namun hingga saat ini pekerjaan tersebut belum mencapai 50 persen.

"Pekerjaan itu sudah dua bulan lebih, dari Juli hingga September 2022," ungkapnya.

Mereka berharap, perlunya ada pengawasan serius dari dinas terkait, sehingga proyek itu secepatnya diselesaikan.

"Semoga pekerjaan itu secepatnya diselesaikan, supaya bisa cepat digunakan, yang terpenting tingkat pengawasannya harus serius," harapnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved