Breaking News:

Kasus Suap Eks Wali Kota Ambon

Segera Disidang, Ini Perjalanan Kasus Korupsi Eks Wali Kota Ambon Richard Louhanapessy

Perjalanan Kasus Mantan Wali Kota Ambon Richard Louhanapessy - Kasus ini dimulai pada tahun 2020 saat memberikan izin pembangunan Gerai Alfamidi.

KPK RI
Sidang kasus suap yang melibatkan mantan Wali Kota Ambon, Richard Louhanapessy segera digelar. 

TRIBUNAMBON.COM -- Tim Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) telah melimpahkan berkas perkara suap Richard Louhenapessy ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon.

Pelimpahan berkas perkara Eks Wali Kota Ambon itu dilakukan pada Kamis (22/9/2022).

Artinya, dalam waktu dekat, kasus suap Richard Louhanapessy segera disidangkan.

Panitera Muda Tipikor Kantor Pengadilan Negeri Ambon, Jacobis Mahulette saat dikonfirmasi wartawan mengatakan tak hanya Louhenapessy, berkas perkara staf pegawai tata usaha pimpinan Pemkot Ambon, Andrew Hehanussa juga dilimpahkan.

Termasuk sejumlah barang bukti lainnya.

"BAP dua tersangka beserta barang buktinya sudah kami terima dari tim jaksa KPK dikoordinir Martopo Budi S hari ini," kata Mahulette.

Lanjutnya, PN Ambon selanjutnya akan membentuk majelis hakim tipikor yang akan memeriksa dan mengadili perkara tersebut.

"Mengenai kapan sidang perdana mulai dijalankan, tergantung pembentukan majelis hakim tipikor yang akan menentukan jadwal persidangan," jelas Mahulette.

Diketahui, mantan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy resmi jadi tersangka kasus dugaan korupsi pada Jumat (13/5/2022) lalu.

Louhenapessy diduga menerima uang hingga Rp 500 juta dari tersangka Amri (AR) yang juga pegawai retail tersebut.

Kasus ini dimulai pada tahun 2020 saat Louhenapessy memiliki kewenangan atas pemberian izin prinsip pembangunan cabang retail di Kota Ambon.

Suap dan gratifikasi

Richard diduga menerima uang senilai Rp 500 juta untuk mengeluarkan izin pembangunan 20 gerai minimarket Alfamidi.

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, pemberian uang itu diberikan oleh seorang staf Alfamidi bernama Amri secara bertahap. Uang itu diserahkan kepada orang kepercayaan Richard bernama Andrew Erin Hehanusa.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved