Breaking News:

Penembakan di Gunung Botak

Pelaku Penembakan Warga di Gunung Botak-Pulau Buru Divonis 13 Tahun Penjara

Pelaku utama penembakan Mede Nurlatu hingga tewas di tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku, divonis 13 tahun penjara.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/ Andi Papalia
Ribuan penambang meninggalkan lokasi tambang Gunung Botak Kabupaten Buru, Maluku, Kamis (4/8/2022). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Pelaku utama penembakan Mede Nurlatu hingga tewas di tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku, divonis 13 tahun penjara.

Vonis terhadap terdakwa Oknum Brimob Polda Maluku dari Kompi 3 Yon A Pelopor Namlea, Brigpol Andreas Batuwael, dibacakan Majelis Hakim saat persidangan virtual oleh Pengadilan Negeri (PN) Namlea, Senin (19/9/2022) kemarin.

"Kasus penembakan di gunung botak Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut 15 tahun, karena ini merupakan dakwaan tunggal, dengan pasal 338 dan hari ini putusannya di Pengadilan Negeri Namlea, hakim menyatakan terbukti dan putusan hakim pidananya 13 tahun," kata JPU melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Buru, Dwiana Martanto.

Martanto menyebutkan, setelah hakim menjatuhkan vonis terhadap terdakwa 13 tahun penjara, terdakwa menyatakan untuk banding atas putusan majelis hakim tersebut.

"Terhadap putusan itu si terdakwa menyatakan banding, mungkin karena diminta hukuman diringankan, karena biasanya bagitu, kalau alasan pastinya kita belum tahu tergantung nanti memori bandingnya dari si terdakwa ini," pungkasnya.

Tak hanya terdakwa menyatakan banding atas putusan tersebut, Juru Bicara Kejari Buru ini menyebutkan, JPU dari Kejari Buru juga menyatakan yang sama.

"JPU juga menyatakan banding karena keberatan," singkat Martanto.

Dirinya mengungkapkan, alasan JPU menyatakan banding atas putusan majelis hakim, karena tidak terima divonis di bawah tuntutan.

"Pertama, secara legal formal, kalau terdakwa banding kita wajib banding, dan kedua posisi terdakwa ini aparat penegak hukum, seharusnya hukumannya harus lebih berat karena mengunakan senjata api (Senpi), dan digunakan bukan saat bertugas," tandasnya.

Baca juga: Terduga Pelaku Pembunuhan Nurlatu Menyerahkan Diri Ke Polres Pulau Buru

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved