Sabtu, 2 Mei 2026

Pariwisata Maluku

Dianugerahi Desa Wisata, Ini Potensi Pariwisata Negeri Hila-Maluku Tengah

Negeri Hila yang kini dianugerahi sebagai desa wisata lantaran memiliki sejumlah potensi pariwisata yang bisa terus dikembangkan.

Tayang:
Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbom.com/Adjeng
WISATA MALUKU: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Uno 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Uno hadiri acara Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2022 di Negeri Hila, Maluku Tengah.

Negeri Hila yang kini dianugerahi sebagai desa wisata lantaran memiliki sejumlah potensi pariwisata yang bisa terus dikembangkan.

Adapun potensi wisata lengkap di Negeri Hila, Maluku Tengah, yakni;

Wisata Alam dan Buatan:

1 Air Terjun Manahuana dan Waitomu yang merupakan salah satu dari tiga air terjun yang terdapat di desa Wisata Negeri Hila. Air terjun ini telah menjadi salah satu destinasi wisata alam yang dikunjungi baik oleh wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegera. Memiliki air dan udara yang bersih dan segar menjadikannya sebagai spot untuk berwisata untuk melepeskan kepenatan.

2. Batu Mir, salah satu potensi alam yang ada di Desa Negeri Hila. Disini wisatawan dapat melakukan kegiatan wisata berupa susur sungai Sy Loy.

3. Bukit Parsan Negeri Hila merupakan salah satu bukit yang ada di Desa Negeri Hila dan dibangun spot untuk berswa foto jika wisatawan berkunjung.

Wisata Seni & Budaya:

1. Masjid Hasan Soleman, merupakan masjid tertua yang didirikan pada tahun 1702 berada di Desa Negeri Hila.

2. Benteng Amsterdam adalah benteng yang dibangun oleh Gerard Demmer pada tahun 1942 yang kemudian diperluas oleh Arnold De Vlaming Van Ouds Hoorn pada tahun 1949 hingga tahun 1656. Kontruksi bangunan benteng ini seperti sebuah bangunan rumah, maka oleh bangsa Belanda mereka menyebutnya Blok Huis. Bangunannya terdiri dari tiga lantai, pada lantai satu terdiri lantai berbata merah, lantai dua dan tiga terdiri lantai berkayu besi. Pada ujung bangunan terdapat sebuah menara pengintai. Lantai satu berfungsi sebagai tempat tidur para serdadu, lantai dua untuk tempat pertemuan para perwira dan lantai tiga berfungsi sebagai pos pemantau.

3. Rumah Adat Lating Nustapi, merupakan rumah tradisional yang ada di Negeri Hila, merupakan peninggalan kerajaan pada zaman dahulu. Saat ini Rumah Tua Lating ini digunakan untuk menyimpan peninggalan-peninggalan zaman kerajaan seperti naskah kuno, Meriam genggam, dll.

4. Rumah Adat Olong, merupakan rumah peninggalan zaman dahulu yang juga terdapat Nanggar yang telah berusia ratusan tahun.

5. Rumah Selang Pelatimo, disini wisatawan dapat melihat Mushaf Al Qur’an yang ditulis dengan tangan dan sudah berusia ratusan tahun.

6. Al Quran Mushaf, merupakan Al-qur’an tertua yang berusia 800 tahun yang berada di Maluku.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved