Breaking News:

Tarif Angkot di Ambon

Tarif Angkot Naik, Mahasiswa Ambon Aksi Lempar Uang Koin ke Wakil Rakyat

Aksi lempar uang koin itu sebagai bentuk kekecewaan terhadap kenaikan tarif Angkutan Kota (Angkot) imbas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com / Tanita
TARIF ANGKOT: Puluhan uang koin dilempar mahasiswa bentuk kekecewaan kenaikan harga BBM dan kenaikan tarif angkot, DPRD Maluku, Rabu (7/9/2022) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ambon lempar uang koin saat rapat bersama anggota DPRD Maluku, Rabu (7/9/2022).

Aksi lempar uang koin itu sebagai bentuk kekecewaan terhadap kenaikan tarif Angkutan Kota (Angkot) imbas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Kenaikan BBM ini ikut berdampak ke ekonomi masyarakat, bahkan hari ini Pemerintah ikut menaikkan harga angkot,” kata Koordinator Lapangan IMM Ambon, Muhammad Saleh Suwakil sebelum meninggalkan ruang rapat Paripurna Ambon.

Setelah mendengar Koordinator Lapangan, puluhan mahasiswa itu lantas melempar koin ke tengah ruangan dan langsung keluar meninggalkan kantor DPRD Maluku.

Diketahui, IMM Ambon bersama dan Universitas Darussalam (Unidar) Ambon berdemo menolak kenaikan harga BBM di Kantor DPRD Maluku sekitar pukul 11.40 WIT.

Setengah jam berdemo, massa aksi kemudian diizinkan masuk dan bertemu anggota DPRD Maluku di ruang rapat paripurna.

Yakni, Ketua Komisi 3 DPRD Maluku, Richard Rahakbauw, Fauzan Alkatiri dan Rostina.

Namun, massa aksi kecewa lantaran tak ada Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury yang saat ini tengah ada agenda reses.

TARIF ANGKOT: Aksi lempar uang koin itu sebagai bentuk kekecewaan terhadap kenaikan tarif Angkutan Kota (Angkot) imbas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
TARIF ANGKOT: Aksi lempar uang koin itu sebagai bentuk kekecewaan terhadap kenaikan tarif Angkutan Kota (Angkot) imbas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). (TribunAmbon.com / Tanita)

Sempat menyampaikan aspirasi mereka, massa aksi kemudian balik dengan kecewa.

Yang pertama meninggalkan ruangan yakni Mahasiswa Unidar, dan kemudian disusul IMM Ambon.

Baca juga: Kecewa Tak Bertemu Ketua DPRD Maluku, Demonstran Walk Out dari Ruang Paripurna

Sebelum keluar, mereka melempar puluhan uang koin Rp 100, Rp 200, Rp 500 ke bagian tengah ruangan.

Sebelumnya, Pemerintah RI resmi menaikan harga BBM pada Sabtu (3/9/2022) lalu.

Di Maluku, Pertalita per liter seharga Rp 10 ribu, Pertamax seharga Rp 14.850 dan Solar Subsidi menjadi Rp 6.800.

Menyusul kenaikan harga BBM, Pemerintah Kota Ambon ikut menaikan tarif angkutan sebesar 25 persen.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved