Sabtu, 11 April 2026

Maluku Terkini

Antrian Panjang Kembali Terjadi di SPBU Masohi, Ada yang Antri Sejak Pagi

Antrian panjang kembali terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (20/8/2022).

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Salama Picalouhata
Lukman
Antrean panjang terjadi di SPBU Masohi, Jalan Trans Seram, Kota Masohi, Maluku Tengah, Sabtu (28/8/2022). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Antrian panjang kembali terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (20/8/2022) sekira pukul 11.00 WIT.

Pantauan TribunAmbon.com, antrian mencapai jarak 300 meter dari SPBU Masohi. 

Antrian itu mengular dari depan SPBU Masohi hingga di tugu batas kota, depan Kantor PLN Masohi.

Akibat antrean yang mengular hingga badan jalan tersebut, kemacetan pun terjadi di sekitar areal SPBU, termasuk hingga di depan kantor PLN Masohi.

Kendaraan tersebut mengantri untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite dan solar yang sulit didapatkan sejak kenaikkan harga penyesuaian harga beberapa waktu lalu.

Baca juga: Gubernur Murad Ismail Wajibkan Hotel dan Restoran Sediakan Makanan Berbahan Dasar Sagu

Baca juga: Gelombang Tinggi, KMP Wayangan Tujuan Namlea Tak Diizinkan Berlayar

Menurut Ongen, salah satu sopir angkot disana mengaku, setiap harinya harus mengantri berjam-jam demi mendapatkan pertalite.

Alasannya karena harga pertalite jauh lebih murah ketimbang Pertamax.

"Sudah antri dari jam setengah sembilan tadi. Kami rela antri, karena pertalite lebih murah,"ujar Ongen saat ditemui di lokasi.

Ongen menyebut, antrian cukup panjang ini terjadi sejak pemerintah pusat membatasi BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Bio Solar.

Saking rutinnya mengantri kata Ongen, dia dan rekan sopir lainnya sudah terbiasa dengan kondisi itu.

Namun, tentunya sangat menganggu aktivitas mereka untuk mengejar setoran.

"Kalau terlalu lama antri, kita merasa terganggu karena harus mau kejar setoran,"ujarnya.

Ongen berharap agar pemerintah mengkaji ulang pembatasan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar tersebut.

"Harapannya pemerintah mengkaji ulang kebijakan membatasi BBM bersubsidi itu, kalau bisa pasokan solar bisa ditambah.

Jadi tidak lagi antre berjam-jam seperti ini," terangnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved