Senin, 13 April 2026

Ambon Hari Ini

Robby Sapulette Sebut Peralihan Jalur Angkot tuk Urai Kemacetan

Robby Sapulette guna menindaklanjuti aksi mogok narik dari para sopir angkot Karpan, Ahuru, dan Kopertis

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Mesya Marasabessy
Dishub Ambon, Robby Sapulette saat mediasi aksi protes sopir angkot di Ambon. Jumat (19/8/2022). Robby memastikan peralihan jalur angkot untuk mengurai kemacetan. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Ambon, Robby Sapulette menyebut peralihan jalur angkot untuk mengurai kemacetan.

Hal ini disampaikan Robby Sapulette guna menindaklanjuti aksi mogok narik dari para sopir angkot Karpan, Ahuru, dan Kopertis, Jumat (19/8/2022).

“Dishub bertugas untuk mengatur dan menata sistem transportasi yang ada di Ambon, maka Dishub wajib mengambil langkah-langkah kebijakan konkrit guna mengantisipasi dan mengurai kemacetan,” kata Robby Sapulette.

Kata dia, sebelum kebijakan ini dibuat, Dishub dan Asosiasi Sopir Angkot Ambon (ASKA) sudah duduk bersama membahas masalah ini.

Baca juga: Antrean Kendaraan Mengular di SPBU Pohon Pule, Macet Panjang hingga ke Gereja Silo

Baca juga: DPRD Bakal Hadirkan Dishub Ambon Bahas Perubahan Jalur, Sopir Angkot Menunggu

Kesimpulannya, kebijakan peralihan jalur angkot akan dimulai hari ini dengan uji coba selama tujuh hari kedepan.

Akan dilihat perkembangannya seperti apa dan nantinya akan dievaluasi kembali.

“Sebelum tahapan rekayasa lalu lintas dimulai hari ini, Dishub sebelumnya sudah memanggil seluruh koordinator jalur angkot sekota Ambon yang dikomandoi oleh ASKA untuk dibahas. Dan ini hanya sampai tujuh hari saja, setelah itu nanti dievaluasi kembali,” ungkapnya.

Diketahui, aksi ini dilakukan sebagai protes dari sopir angkot terkait dengan perubahan jalur angkot.

Dimana yang awalnya jalur angkot Ahuru, Karpan, dan Kopertis melewati depan Gedung Citra di Jalan Tulukabessy kini telah dialihkan melewati Pantai Losari Ambon.

Mereka menilai kebijakan itu tidak benar dan mempersulit mereka. (*) 

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved