8 Narapidana Korupsi di Maluku Dapat Remisi Kemerdekaan, Tidak Ada Koruptor yang Langsung Bebas
8 narapidana korupsi di Maluku mendapatkan remisi kemerdekaan HUT ke-77 RI, TermasukSekda Buru Selatan, terdakwa korupsi uang sekretariat daerah.
Penulis: Ode Alfin Risanto | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto
AMBON.TRIBUNAMBON.COM - 8 narapidana korupsi di Maluku mendapatkan remisi kemerdekaan HUT ke-77 RI.
Pemberian remisi Kemerdekaan HUT ke-77 RI ini berdasarkan Surat Keputusan Menkumham RI Nomor: PAS-1228, 1258, 1261,1262,1264,1265,1266, dan 1268.PK.01.05.04 Tahun 2021.
Surat Keputusan ini diserahkan langsung secara simbolis oleh Gubenur Maluku, Murad Ismail usai upacara peringati HUT ke-77 RI.
Walau mendapatkan remisi kemerdekaan, tidak satupun diantara puluhan narapidana korupsi tersebut langsung bebas.
"Remisi kali ini ada 10 orang langsung bebas dan sisanya 974 dapat remisi sebagian termasuk 8 napi korupsi," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Maluku, H.M. Anwar N, Rabu (17/8/2022).
H.M. Anwar menjelaskan, yang bersangkutan masih menjalani masa pidananya.
"Mereka masih menjalani masa pidananya karena hanya dapat remisi sebagian," jelasnya.
Baca juga: 12 Narapidana di Saparua-Maluku Tengah Dapat Remisi Kemerdekaan ke 77
Baca juga: 57 Narapidana di Lapas Kelas III Namlea Dapat Remisi HUT ke-77 RI
Ada pun besaran remisinya, kata dia, beragam dari yang satu bulan sampai enam bulan pengurangan kurungan masa hukuman.
Kriterianya, kata dia, untuk kasus tindak pidana khusus harus memenuhi syarat seperti bersedia menjadi justice collaborator dan membayar lunas denda serta uang pengganti.
Delapan napi korupsi yang mendapat remisi ini adalah Mansur Tuharea (Rutan Ambon), Paulus Miru (Lapas Ambon), Sulimin Ratmin (Lapas Ambon) dan Sunarko (Lapas Ambon).
Kemudian, Welliam Apres Balsala (Lapas Ambon), Lisbeth Yustenz (Lapas Perempuan Ambon), Pieter Jan Leuwol (Rutan Ambon), dan Semy Theodorus (Rutan Ambon).
H.M Anwar menambahkan, selain napi korupsi, napi teroris juga mendapat remisi Kemerdekaan.
Mereka adalah Said Laisow (Lapas Ambon), Iksan Onoly (Lapas Ambon) dan Roma Dahyat Litiloy (Lapas Ambon).
“Para napi yang dapat remisi semoga lebih baik lagi kedepan dan bagi napi yang bebas jadilah warga negara yang produktif, bermanfaat bagi masyarakat, Lingkungan, keluarga dan saudara," tutupnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/kemenkumham-hm-anwar-90.jpg)