Ambon Hari Ini
Sejarah Dibalik Penamaan Jembatan Merah Putih Ambon, Ternyata Ini Alasannya
Jembatan Merah Putih hadir untuk menunjang pengembangan fungsi kawasan Teluk Ambon sesuai dengan Tata Ruang Kota Ambon.
Akan tetapi, warga Desa Rumah Tiga yang wilayahnya juga dilewati oleh Jembatan Merah Putih merasa keberatan dengan nama tersebut.
Pasalnya, warga Desa Rumah Tiga merasa bahwa mereka tidak ikut dicantumkan dalam nama jembatan
Menjawab penolakan, Kementerian PUPR lalu mengadakan rapat bersama Gubernur Maluku, Bappenas, DPRD dan masyarakat ketiga desa bersangkutan untuk mencari solusi penamaan jembatan.
Berdasarkan hasil rapat, jembatan tersebut pada akhirnya dinamai Jembatan Merah Putih karena Maluku merupakan salah satu dari 8 provinsi pertama yang sudah ada sejak Indonesia merdeka.
Pembangunan Jembatan Merah Putih dimulai sejak 17 Juli 2011 dan baru diresmikan pada 4 April 2016 oleh Presiden Joko Widodo.
Kehadiran jembatan ini memberikan sejumlah manfaat, seperti mempercepat waktu tempuh dari Bandara Pattimura menuju pusat Kota Ambon yang awalnya 60 menit menjadi 20 menit.
Di sisi lain, Jembatan Merah Putih terbagi menjadi 3 bagian meliputi jembatan pendekat di Desa Poka 520 meter, di sisi Desa Galala 320 meter dan jembatan utama 300 meter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/ambon-jmp-teluk.jpg)