Breaking News:

Emas di Gunung Botak

Pemda Buru Bakal Tertibkan Aktivitas Pengolahan Emas Pakai Tromol dan Tong di Gunung Botak

Lantaran potensi pencemaran sangat tinggi dan dalam jangka panjang dapat berdampak terhadap hasil panen perkebunan dan pertanian.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Andi Papalia
Ribuan penambang meninggalkan lokasi tambang Gunung Botak Kabupaten Buru, Maluku, Kamis (4/8/2022). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Pemerintah Daerah Kabupaten Buru melalui Dinas Pertanian memastikan bakal menertibkan aktivitas pengolahan material emas metode tromol dan tong di kawasan tambang emas ilegal Gunung Botak.

Lantaran potensi pencemaran sangat tinggi dan dalam jangka panjang dapat berdampak terhadap hasil panen perkebunan dan pertanian.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Buru, Temok Karyadi, kepada wartawan di kantor DPRD Buru setelah pertemuan dengan Komisi II DPRD Buru, Jumat (5/8/2022) kemarin.

Karyadi mengatakan, masyarakat seharusnya sadar bahwa dataran Waeapo sudah dijadikan lumbung pangan nasional oleh Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

"Apabila ada lahan pertanian di situ, masyarakat tidak diperbolehkan melaksanakan aktivitas tromol dan sebagainya, karena dapat mencemari lingkungan, serta hasil panen terganggu," kata Karyadi.

Dirinya mengungkapkan, sudah ada tim yang diturunkan ke lapangan untuk melaksanakan pendataan aktivitas tromol dan tong di kawasan pertambangan emas tanpa izin (PETI).

Baca juga: Air Sungai Anahoni Gunung Botak Berubah Biru, Yusthinus Male Pastikan Tercemar Sianida

Baca juga: Direktur AMO Jadi Pembicara Dua Event Internasional di Korsel

"Benar ada pendataan oleh petugas kami di lapangan, sesuai dengan perintah penjabat Bupati Buru, DJalaludin Salampessy," ucapnya.

Menurutnya, perintah pendataan tersebut sudah disampaikan saat rapat bersama dengan Penjabat Bupati Buru beberapa waktu lalu.

"Sekarang ini petugas kami sudah berjalan pendataan dan dokumentasi," ucap dia.

Dia menerangkan, sementara masih dilaksanakan pendataan terlebih dahulu, untuk penertiban tromol dan tong itu dari Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Buru.

Karyadi menjelaskan, tahun kemarin aktivitas tromol dan tong tak terlalu ramai, namun yang terjadi saat ini tromol dan tong beroperasi di pemukiman warga, bahkan di sekitar lahan pertanian.

"Waktu itu kami dari Dinas Pertanian kerjasama dengan Koramil Mako melaksanakan penertiban, dan meminta aktivitas tromol dan tong dihentikan, namun sampai saat ini masih beroperasi, untuk itu kita kembali menertibkannya," tegas Temok. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved