Breaking News:

Ambon Hari Ini

Tiap Jumat, Warga Kota Ambon Bisa Sampaikan Keluhan Secara Langsung ke Pemerintah

Setiap hari Jumat, warga Kota Ambon yang ingin menyampaikan aspirasi, keluhan, atau persoalan yang dihadapi bisa secara langsung disampaikan kepada pe

TribunAmbon.com/ Fandi Wattimena
Balai Kota Ambon. Setiap hari Jumat, warga Kota Ambon yang ingin menyampaikan aspirasi, keluhan, atau persoalan yang dihadapi bisa secara langsung disampaikan kepada pemerintah. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Setiap hari Jumat, warga Kota Ambon yang ingin menyampaikan aspirasi, keluhan, atau persoalan yang dihadapi bisa secara langsung disampaikan kepada pemerintah.

Hal itu menyusul program dari Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena yang kini menyediakan waktu tatap muka bersama warga Kota Ambon untuk mendengarkan langsung keluhan mereka.

“Kedepan ini, tidak ada lagi warga Kota Ambon yang kemudian mengeluh dengan pelayanan pemerintah. Sebab setiap hari Jumat nanti program layanan dua jam bersama masyarakat. Masyarakat menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah, bisa tentang apa saja,” kata Bodewin Wattimena.

Menurut Sekretaris DPRD Maluku itu, program layanan dua jam bersama masyarakat adalah sebuah gebrakan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Hal ini dilakukan karena Pemerintah perlu lebih membuka diri kepada masyarakat, dalam aspek pelayanan terutama apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga: Menurut IMM, Harusnya Pemerintah Juga Perbaiki Jalan Rusak Jika Serius Tangani Kemacetan di Ambon

Dikatakan dalam program itu, warga dapat langsung beraudiensi dengan Wali Kota didampingi para pimpinan OPD tanpa harus menyurat terlebih dahulu.

Dia merinci, program itu akan berlaku secara berjenjang mulai dari Balai Kota hingga ke kantor Camat, Desa/Negeri, dan Kelurahan.

“Kita mulai dari jam 08.00 WIT hingga 10.00 WIT, di Balai Kota ini, nanti saya dan seluruh pimpinan OPD menemui masyarakat. Siapa saja boleh datang dan silahkan menyampaikan aspirasi,” terangnya.

“Misalkan masyarakat mau sampaikan ada pohon di pinggir rumah sudah mau roboh, Oke besok kita tata. Atau hal apapun, silahkan disampaikan,” imbuh Bodewin.

Wattimena mengatakan, program tersebut sengaja dilakukan sebagai bentuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat, sehingga tidak ada lagi sekat antara Pemerintah dan masyarakat.

“Ada banyak keluhan masyarakat yang memang tidak tersampaikan secara baik kepada pemerintah dan sebaliknya ada hal yang dikerjakan oleh pemerintah dari tidak sesuai dengan harapan atau keinginan masyarakat itu sendiri,” tandas Wattimena.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved