Breaking News:

Emas Gunung Botak

Dompeng Dibiarkan, Hanya Tenda dan Kolam yang Dibakar saat Penertiban Gunung Botak-Pulau Buru

Padahal aktivitas dompeng di lokasi tambang emas ilegal Gunung Botak tersebut, dapat merusak lingkungan, serta bisa menyebabkan tanah longsor.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Andi
MALUKU: Kolam dan tenda milik penambang dibongkar dan dibakar saat aparat gabungan gelar penertiban di kawasan tambang emas ilagel gunung botak, di Dusun Wamsait, Desa Dava, Kecamatan Wailata, Kabupaten Buru, Maluku, Kamis (4/8/2022). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Sejumlah tenda dan kolam milik penambang emas dibakar aparat gabungan saat gelar penertiban, Kamis (4/8/2022).

Namun, dompeng yang digunakan sebagai alat penambangan emas terkesan dibiarkan, dan tidak dirusak.

Padahal aktivitas dompeng di lokasi tambang emas ilegal Gunung Botak tersebut, dapat merusak lingkungan, serta bisa menyebabkan tanah longsor.

Selain itu, sewaktu-waktu bisa menimpah penambang, ketika melaksanakan aktivitas penambangan dengan metode kodok-kodok.

Sejumlah lokasi yang menjadi tempat dompeng beroperasi, yakni Tanah Merah, Kolam Janda, Kapuran, Pagar Seng, Longsoran, Gunung Batu, Air Merah dan Air Biru.

Dengan tidak dimusnahan alat dompeng tersebut, sehingga sejumlah penambang sesalkan hal itu.

"Kenapa dompeng tidak dimusnahkan, cuman kolam dan tenda yang dibakar," kata salah satu penambang yang enggan disebutkan namanya.

Baca juga: 204 Aparat Gabungan Kembali Tertibkan Tambang Emas Ilegal Gunung Botak, Warga; Solusi untuk Kami?

Dia mengungkapkan, aktivitas dompeng sudah cukup lama, namun terkesan ada pembiaran.

"Ketika aparat tarik diri dari penertiban tersebut, aktivitas paling utama untuk beroperasi yaitu dompeng," ungkapnya.

Selain itu, Paur Humas Polres Pulau Buru, Aipda MYS Djamaluddin mengatakan, penertiban ini merupakan kegiatan rutin Polres Pulau Buru.

"Ini merupakan kegiatan rutin, karena tambang emas gunung botak masih berstatus ilegal," kata Djamaluddin.

Dikatakan, apabila aktivitas penertiban ini belum maksimal, maka akan kembali dilanjutkan penyisiran.

"Kami melihat kondisi hari ini, apabila belum selesai maka kami akan lanjut lagi," ujarnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved