Breaking News:

Global

16.000 Orang di 72 Negara Terkena Cacar Monyet, Uni Eropa Lawan dengan Vaksin

Hal itu dikatakan oleh pihak Bavarian Nordic, perusahaan bioteknologi asal Denmark yang mengembangkan vaksin cacar tersebut pada Senin (25/7/2022).

Editor: Adjeng Hatalea
freepik/stefamerpik
WHO menyatakan wabah Cacar Monyet (Monkeyfox), yang telah memengaruhi hampir 16.000 orang di 72 negara, sebagai darurat kesehatan global. Untuk melawan Cacar Monyet ini, Komisi Eropa telah menyetujui penggunaan vaksin cacar (smallpox). 

Uni Eropa Setujui Penggunakan Vaksin Cacar untuk Lawan Cacar Monyet

TRIBUNAMBON.COM - WHO menyatakan wabah Cacar Monyet (Monkeyfox), yang telah memengaruhi hampir 16.000 orang di 72 negara, sebagai darurat kesehatan global.

Untuk melawan Cacar Monyet ini, Komisi Eropa telah menyetujui penggunaan vaksin cacar (smallpox).

Hal itu dikatakan oleh pihak Bavarian Nordic, perusahaan bioteknologi asal Denmark yang mengembangkan vaksin cacar tersebut pada Senin (25/7/2022).

"Komisi Eropa telah memperpanjang izin edar vaksin cacar perusahaan, (yaitu) vaksin Imvanex untuk memasukkan perlindungan dari cacar monyet sejalan dengan rekomendasi oleh pengawas obat-obatan Uni Eropa (UE),” kata Bavarian Nordic dalam sebuah pernyataan, dilansir dari AFP.

Vaksin ini juga dianggap sebagai vaksin potensial untuk cacar monyet karena kesamaan antara virus cacar monyet dan virus cacar.

Monkeypox semalam ini diidentifikasi sebagai penyakit yang tidak lebih berbahaya dan menular daripada cacar, yang diberantas pada tahun 1980.

Baca juga: Cacar Monyet Jadi Darurat Kesehatan Global, Ini Imbauan Kemenkes

Gejala pertama cacar monyet adalah demam, sakit kepala, nyeri otot, dan sakit punggung selama lima hari.

Vaksin Imvanex sendiri telah disetujui di UE sejak 2013 untuk pencegahan cacar.

Vaksin ini juga dianggap sebagai vaksin potensial untuk cacar monyet karena kesamaan antara virus cacar monyet dan virus cacar.

Monkeypox semalam ini diidentifikasi sebagai penyakit yang tidak lebih berbahaya dan menular daripada cacar, yang diberantas pada tahun 1980.

Gejala pertama cacar monyet adalah demam, sakit kepala, nyeri otot, dan sakit punggung selama lima hari.

Ruam kemudian bisa muncul di wajah, telapak tangan, dan telapak kaki, diikuti dengan luka, bintik-bintik, dan akhirnya keropeng (scabs).

Lonjakan infeksi cacar monyet telah dilaporkan sejak awal Mei 2022 di luar negara-negara Afrika Barat dan Tengah di mana penyakit itu telah lama mewabah.

European Medicines Agency (EMA) atau Badan Pengawas Obat Eropa sedang melakukan penilaian ilmiah terkait obat untuk kemudian memberikan rekomendasi apakah obat harus dipasarkan atau tidak.

Namun, di bawah undang-undang UE, EMA tidak memiliki wewenang untuk benar-benar mengizinkan pemasaran di berbagai negara UE.

Komisi Eropa yang memiliki wewenang untuk itu. Komisi Eropa bisa mengambil keputusan yang mengikat secara hukum berdasarkan rekomendasi EMA.

(Kompas.com / Irawan Sapto Adhi)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved