Sabtu, 25 April 2026

Cuaca Ekstrem Maluku

BMKG Amahai-Maluku Tengah Imbau Nelayan Waspada Gelombang Tinggi

Tinggi gelombang saat ini mencapai 4,0 M atau kategori gelombang ginggi di wilayah perairan Selatan Maluku, dan ini terjadi tidak menentu.

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Lukman
MALUKU: Kepala BMKG Amahai, Frans Thomas Latuny saat diwawancara TribunAmbon.com di Ruang Kerjanya, Rabu (6/7/2022). 

Laporan KontributorAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Amahai, Thomas Frans Latuny mengimbau nelayan di Maluku Tengah, khususnya di wilayah Pulau Seram dan sekitarnya agar mewaspadai gelombang tinggi di laut.

Selain gelombang tinggi, saat ini juga sering terjadi angin kencang yang tidak menentu.

“Kami mengimbau para nelayan untuk tetap waspada terhadap gelombang tinggi di laut,” kata Latuny kepada TribunAmbon.com di Ruang Kerjanya, Rabu (6/7/2022).

Menurut dia, seruan ini disampaikan kepada nelayan yang kesehariannya melaut di perairan Laut Banda.

Pasalnya, saat ini gelombang tinggi disertai angin tengah melanda wilayah Maluku dan sekitarnya.

Tinggi gelombang saat ini mencapai 4,0 M atau kategori gelombang ginggi di wilayah perairan Selatan Maluku, dan ini terjadi tidak menentu.

Oleh karena itu, nelayan diminta tetap waspada dan terus memantau perkembangan cuaca sebelum melaut.

Baca juga: Ada Peringatan Gelombang Tinggi, Syahbandar: Penyebrangan Kapal Ferry Rute Amahai-Tulehu Masih Aman

“Gelombang tinggi saat ini sedang terjadi di perairan laut Maluku terutama perairan banda sehingga perlu diwaspadai oleh para nelayan yang akan melaut,” ujarnya.

Ia menyarankan para nelayan agar secara intens mengikuti perkembangan cuaca yang setiap hari dikeluarkan oleh BMKG baik lewat print out selebaran maupun lewat media sosial Facebook dan WhatsApp (WA).

"Kita sudah lakukan sosialisasi dan di sana, kita sudah ingatkan juga agar selalu memantau perkembangan cuaca dari kami. Dan ini akan kita beritahukan baik lewat media sosial maupun lewat selebaran yang kita print out lalu kita tempelkan di beberapa titik yang sudah kita tentukan bersama," jujurnya.

Tak hanya para nelayan, Ia juga mengimbau kepada penyedia jasa angkutan laut antar pulau agar selalu menyiapkan alat untuk mengantisipasi hal-hal buruk yang tidak diinginkan terjadi.

“Penyedia angkutan umum di laut antar pulau harus menyiapkan alat bantu keselamatan berupa pelampung bagi seluruh penumpang yang diangkut,” ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved