Breaking News:

Tenaga Honorer Dihapus

Ada Banyak Info Lowongan Kerja, Calon Pekerja Diminta Datangi Kantor Disnaker Ambon

Pasalnya, di Kantor Disnaker terdapat sejumlah informasi terkait dengan peluang kerja yang ada di luar negeri.

Mesya
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ambon, Steiven Bernhrad Patty saat diwawancarai di Kantor DPRD Kota Ambon, Selasa (14/6/2022). Dia menyebut jika tenaga honorer dihapus, mereka bisa kerja di luar negeri. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ambon, Steiven Bernhrad Patty meminta calon pekerja datangi Kantor Disnaker di Jalan Wolter Monginsidi, Passo, Kelurahan Wainitu, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Maluku.

Pasalnya, di Kantor Disnaker terdapat sejumlah informasi terkait dengan lowongan pekerjaan.

Terlebih, peluang kerja yang ada di luar negeri.

“Sekedar informasi untuk calon pekerja yang ada di kota Ambon mau cek soal peluang kerja di luar negeri silakan datang ke Kantor Disnaker sesuai jam kerja,” kata Steiven kepada wartawan, Selasa (14/6/2022).

Ia menerangkan, peluang kerja di luar negeri sangat luas.

Baca juga: Dihapus Tahun Depan, Tenaga Honorer Bisa Kerja di Luar Negeri, Kata Steiven Bernhrad Patty

Seperti di Australia, Thailand, Saudi Arabia, dan lainnya.

Penerimaan tenaga kerja pun meliputi banyak bidang, baik bidang kesehatan, pertanian, dan perikanan.

“Terus terang, kesempatan kerja di luar negeri sangat besar tergantung dari pada kita apakah bisa memenuhi persyaratan tenaga kerja yang ada di luar negeri atau tidak,” ungkapnya.

Menurut Steiven, peluang kerja di luar negeri ini juga bisa dimanfaatkan tenaga honorer jika dihapus tahun depan.

"Jadi harus memanfaatkan peluang kerja di luar negeri atau pekerja migran. Sehingga peluang kerja selain disini maupun di luar negeri itu bisa dimanfaatkan jika sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Untuk diketahui, saat ini terdapat 1.063 orang tenaga non-ASN di Kota Ambon.

Sementara itu, jumlah penggangguran di Kota Ambon saat ini saja, ada sekitar 25.760 otang menutut data Disnaker. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved