Tips & Trik
Tips Beli Batu Bata Kualitas Terbaik di Pulau Ambon Ala Hehamony
Bahkan, demi menjaga kualitas batu-batanya, pria empat anak itu tetap menggunakan proses manual tanpa mesin.
Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
Laporan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Selama 14 tahun sudah Dedy Hehamony menjadi pengrajin batu bata di Negeri (Desa), Kecamatan Leitimur Barat, Kabupaten Maluku Tengah.
Proses jatuh bangun mendapat kualitas batu-bata terbaik pun telah dilaluinya.
Bahkan, demi menjaga kualitas batu-batanya, pria empat anak itu tetap menggunakan proses manual tanpa mesin.
Menurutnya, ada cara mudah bagi pembeli untuk mendapat batu bata kualitas terbaik, yakni dari bunyi nya.
Bata kualitas bagus bila dijentikan atau diketuk akan berbunyi nyaring seperti piring dijentik.
Sementara, bata yang mudah patah bunyinya kosong.
Baca juga: Semmy Uniberua, Menua Bersama Museum Siwalima Ambon
Baca juga: Efek Samping Kebanyakan Makan Buah Duku, Tak Cocok Buat Diet
“Kalau bagus itu pas kuti (menjentikkan jari) bunyi nya mirip pas kita kuti piring,” kata Hehamony saat di temui TribunAmbon.com di lokasi pembuatan batu-bata di Hatu, Rabu (8/6/2022).
Sementara untuk menentukan kualitas tidak bisa dari warna bata.
Pasalnya, warna bata tergantung bahan dasar tanah yang dipergunakan, ada tanah merah yang menghasilkan warna bata merah, ada pula yang cokelat.
“Kalau warna tidak bisa menentukan kualitas, karena warna itu Cuma dari tanahnya saja, mereka pakai tanah dimana warna apa,” tambahnya.
Batu bata merupakan salah satu bahan dasar dalam membangun sebuah bangunan.
Di Pulau Ambon, banyak Desa/Negeri yang terkenal akan pembuatan bata, sebut saja Negeri Latuhalat di Kecamatan Nusaniwe dan juga di Negeri Hatu.
Masing-masing memiliki keunikannya dan dijual bervariasi, mulai dari Rp 1.200. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/batu-bata-hatu-1.jpg)