Jumat, 29 Mei 2026

Maluku Terkini

Semmy Uniberua, Menua Bersama Museum Siwalima Ambon

Begitu Semmy Uniberua memaknai keberadaan museum yang berlokasi di kawasan Taman Makmur, Kecamatan Nusaniwe – Kota Ambon itu.

Tayang:
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina
Penjaga Museum Siwalima, Semmy Uniberua 

"Kalau orang Ambon bilang, Katong potong pusa disini, sampe Katong tua disini. Artinya setiap benda memiliki ceritanya masing-masing, dan sudah menjadi tugas saya untuk menyampaikan setiap cerita kepada generasi muda," jelasnya.

Kini, waktunya untuk mengabdikan diri bagi museum Siwalima tersisa 11 bulan saja di umurnya 57 tahun.

Di sisa waktu pengabdiannya, Om Semmy merasa penting untuk menyampaikan apa apa saja yang kini dibutuhkan pemerintah.

Hal itu ia lakukan demi menjaga generasi muda Maluku, agar tak melupakan sejarah bangsanya.

"Kalau bukan katonh siapa lai, kalau bukan sekarang, kapan lai," tandasnya.

Diketahui, Museum Siwalima terlak di kawasan Taman Makmur, Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Propinsi Maluku.

Museum ini didirikan pada tanggal 8 November 1973, namun diresmikan pada tanggal 26 Maret 1977.

Walaupun obyek wisata yang satu ini merupakan tempat peninggalan benda-benda bersejarah, namun bangunan museum ini berada di atas bukit yang menghadap Teluk Ambon dengan keeksotisannya yang akan membuatmu terpesona.

Kata Siwalima merupakan bentukan dari 2 kata.

Menurut cerita, kedua kata tersebut diambil dari sejarah kerajaan-kerajaan yang pernah ada di Maluku.

Kata Siwa yang berarti sembilan diambil dari kata Ulisiwa yang merupakan kumpulan 9 kerajaan di wilayah selatan Maluku dan kata Lima yang berarti lima diambil dari kata Patalima yang merupakan kumpulan 5 kerajaan di wilayah utara Maluku.

Di depan pintu masuk museum ini terdapat tulisan “Usu Mae Upu” yang berarti “Mari Silahkan Masuk”.

Awalnya museum ini hanya menyimpan koleksi budaya dan adat istiadat Maluku saja, namun terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu.

Hal tersebut membuat Museum Siwalima dibagi menjadi 2 bangunan:

Bangunan I: disebut dengan Museum Kelautan Siwalima. Di tempat ini tersimpan sejarah kelautan masyarakat Ambon, benda-benda dan binatang-binatang laut seperti: 3 buah kerangka ikan paus dengan panjang 9 m, 17 m dan 19, serta berbagai benda kekayan kehidupan laut Maluku.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved