Sabtu, 30 Mei 2026

Pemda Maluku Diminta Perbaiki Museum Siwalima

Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku diminta segera perbaiki Museum Siwalima.

Tayang:
Dedy
Staff Museum Siwalima, Ambon, Semmy Uniberua saat diwawancarai TribunAmbon.com, Selasa (7/6/2022) siang. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku diminta segera perbaiki Museum Siwalima.

"Kami minta pemerintah daerah, segera bangun kembali kawasan museum Siwalima yang telah rusak," kata staff museum, Semmy Uniberua, saat diwawancarai TribunAmbon.com, Selasa (7/6/2022) siang..

Pasalnya, menurut Uniberua, kerusakan yang terjadi pada museum Siwalima sendiri sudah mencapai 80 persen.

Baca juga: Duh, Museum Siwalima Rusak hingga 80 Persen

Itu terdiri atas kerusakan bangunan, hingga infrastruktur pendukung, seperti gazebo, dan gapura yang sudah rusak sebagian.

Menurut Uniberua, dalam 10 tahun terakhir, perbaikan bangunan dan infrastruktur pernah dilakukan oleh Pemda pada tahun 2011, 2013, dan 2015.

Namun pihaknya menilai, perbaikan yang dilakukan tak mengakomodir seluruh kerusakan museum.

Ditambah lagi, gempa bumi yang terjadi di Kota Ambon pada tahun 2019 lalu membuat kerusakan semakin parah.

"Ada perbaikan tahun 2011, lalu rusak, 2013 diperbaiki, rusak lagi, 2015 diperbaiki rusak lagi dan sampai sekarang, apalagi gempa bumi 2019 itu, membuat kerusaka semakin parah," ujarnya.

Bagi Uniberua, Museum Siwalima sendiri merupakan laboratorium pendidikan dan kebudayaan untuk generasi muda Maluku kedepannya.

Untuk itu, perhatian Pemerintah secara berkesinambungan sangat dibutuhkan.

Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, bangunan yang memiliki luas 200 meter persegi tersebut tampak tak terurus.

Tak ada lagi koleksi museum yang dapat dipajang pada bangunan tersebut.

Plafon pada bangunan tersebut pun tampak sudah terlepas dari tiang penyangganya.

Terlihat juga, cat pada dinding bangunan sudah terkelupas karena rembesan air saat hujan turun.

Bahkan, bangunan utama itu telah mengalami kemiringan, terlihat dari pembatas bangunan yang sebagiannya sudah masuk kedalam tanah.

Tak hanya bangunan utama tersebut, kerusakan juga terjadi pada beberapa bagian museum yang memiliki luas total 3 hektar itu.

Antara lain bangunan gudang hingga gazebo, di kawasan museum.

Tampak pilar pada bangunan gudang pun sudah keropos.

Gazebo yang biasa dipakai untuk bersantai kini tak dapat difungsikan dengan baik, karena tiang-tiang kayunya yang sudah keropos.

Diketahui, Museum Siwalima ini sudah berusiah hampir 50 tahun.

Museum ini didirikan pada tanggal 8 November 1973, namun diresmikan pada tanggal 26 Maret 1977.

Walaupun obyek wisata yang satu ini merupakan tempat peninggalan benda-benda bersejarah, namun bangunan museum ini berada di atas bukit yang menghadap Teluk Ambon dengan keeksotisannya yang akan membuatmu terpesona.

Kata Siwalima merupakan bentukan dari 2 kata. Menurut cerita, kedua kata tersebut diambil dari sejarah kerajaan-kerajaan yang pernah ada di Maluku. Kata Siwa yang berarti sembilan diambil dari kata Ulisiwa yang merupakan kumpulan 9 kerajaan di wilayah selatan Maluku dan kata Lima yang berarti lima diambil dari kata Patalima yang merupakan kumpulan 5 kerajaan di wilayah utara Maluku.

Di depan pintu masuk museum ini terdapat tulisan “Usu Mae Upu” yang berarti “Mari Silahkan Masuk”. Awalnya museum ini hanya menyimpan koleksi budaya dan adat istiadat Maluku saja, namun terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Hal tersebut membuat Museum Siwalima dibagi menjadi 2 bangunan:

Bangunan I: disebut dengan Museum Kelautan Siwalima. Di tempat ini tersimpan sejarah kelautan masyarakat Ambon, benda-benda dan binatang-binatang laut seperti: 3 buah kerangka ikan paus dengan panjang 9 m, 17 m dan 19, serta berbagai benda kekayan kehidupan laut Maluku.

Bangunan II: disebut dengan Museum Budaya Siwalima. Di tempat ini tersimpan segala hal yang berkaitan dengan budaya Maluku, seperti: bangunan asli Maluku, pakaian adat, alat-alat pertanian, senjata, perlengkapan upacara adat, uang lama, dan berbagai guci pada masa penjajahan Jepang.

Semua benda-benda tersebut terawat dengan baik di Museum Siwalima. Saat kamu berkunjung ke obyek wisata ini, tak perlu khawatir, akan ada petugas yang bisa menjelaskan seluruh isi museum secara rinci. Pengunjung museum ini juga bisa melakukan permintaan khusus untuk menikmati sajian musik lokal, pementasan tari dan demo pembuatan kain tenun. Dan tak lupa bagi kamu yang suka memotret, kamu tetap bisa membidikkan kameramu di dalam museum ini.

Akses ke Museum Siwalima

Letak museum ini hanya berjarak sekitar 5 km dari pusat Kota Ambon dan dapat kamu capai menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum yang menuju Taman Makmur. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved