Duh, Museum Siwalima Rusak hingga 80 Persen
Kondisi Museum Siwalima yang terletak di kawasan Taman Makmur, Nusaniwe, Kota Ambon, mengalami kerusakan parah.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kondisi Museum Siwalima yang terletak di kawasan Taman Makmur, Nusaniwe, Kota Ambon, mengalami kerusakan parah.
Dikatakan salah satu pengurus museum, Semmy Uniberua, Museum Siwalima telah mengalami kerusakan hingga 80 persen.
"Kalau dilihat dari kerusakan pada setiap gedungnya, kerusakan total mencapai 80 persen," kata Uniberua saat diwawancarai TribunAmbon.com, Selasa (7/6/2022) siang.
Pasalnya, gedung pameran utama yang dipakai untuk pameran etnografi Maluku, kini tak bisa difungsikan untuk meletakkan koleksi museum.
Baca juga: Sudah 48 Tahun Berdiri, Inilah Sejarah Singkat Museum Siwalima Ambon
Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, bangunan yang memiliki luas 200 meter persegi tersebut tampak tak terurus.
Tak ada lagi koleksi museum yang dapat dipajang pada bangunan tersebut.
Plafon pada bangunan tersebut pun tampak sudah terlepas dari tiang penyangganya.
Terlihat juga, cat pada dinding bangunan sudah terkelupas karena rembesan air saat hujan turun.
Bahkan, bangunan utama itu telah mengalami kemiringan, terlihat dari pembatas bangunan yang sebagiannya sudah masuk kedalam tanah.
Tak hanya bangunan utama tersebut, kerusakan juga terjadi pada beberapa bagian museum yang memiliki luas total 3 hektar itu.
Antara lain bangunan gudang hingga gazebo, di kawasan museum.
Tampak pilar pada bangunan gudang pun sudah keropos.
Gazebo yang biasa dipakai untuk bersantai kini tak dapat difungsikan dengan baik, karena tiang-tiang kayunya yang sudah keropos.
Diketahui, Museum Siwalima ini sudah berusiah hampir 50 tahun.
Museum ini didirikan pada tanggal 8 November 1973, namun diresmikan pada tanggal 26 Maret 1977.
Walaupun obyek wisata yang satu ini merupakan tempat peninggalan benda-benda bersejarah, namun bangunan museum ini berada di atas bukit yang menghadap Teluk Ambon dengan keeksotisannya yang akan membuatmu terpesona.
Kata Siwalima merupakan bentukan dari 2 kata. Menurut cerita, kedua kata tersebut diambil dari sejarah kerajaan-kerajaan yang pernah ada di Maluku. Kata Siwa yang berarti sembilan diambil dari kata Ulisiwa yang merupakan kumpulan 9 kerajaan di wilayah selatan Maluku dan kata Lima yang berarti lima diambil dari kata Patalima yang merupakan kumpulan 5 kerajaan di wilayah utara Maluku.
Di depan pintu masuk museum ini terdapat tulisan “Usu Mae Upu” yang berarti “Mari Silahkan Masuk”. Awalnya museum ini hanya menyimpan koleksi budaya dan adat istiadat Maluku saja, namun terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Hal tersebut membuat Museum Siwalima dibagi menjadi 2 bangunan:
Bangunan I: disebut dengan Museum Kelautan Siwalima. Di tempat ini tersimpan sejarah kelautan masyarakat Ambon, benda-benda dan binatang-binatang laut seperti: 3 buah kerangka ikan paus dengan panjang 9 m, 17 m dan 19, serta berbagai benda kekayan kehidupan laut Maluku.
Bangunan II: disebut dengan Museum Budaya Siwalima. Di tempat ini tersimpan segala hal yang berkaitan dengan budaya Maluku, seperti: bangunan asli Maluku, pakaian adat, alat-alat pertanian, senjata, perlengkapan upacara adat, uang lama, dan berbagai guci pada masa penjajahan Jepang.
Semua benda-benda tersebut terawat dengan baik di Museum Siwalima. Saat kamu berkunjung ke obyek wisata ini, tak perlu khawatir, akan ada petugas yang bisa menjelaskan seluruh isi museum secara rinci. Pengunjung museum ini juga bisa melakukan permintaan khusus untuk menikmati sajian musik lokal, pementasan tari dan demo pembuatan kain tenun. Dan tak lupa bagi kamu yang suka memotret, kamu tetap bisa membidikkan kameramu di dalam museum ini.
Akses ke Museum Siwalima
Letak museum ini hanya berjarak sekitar 5 km dari pusat Kota Ambon dan dapat kamu capai menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum yang menuju Taman Makmur. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/plafon-museum-rusak6789.jpg)