Pukul Manyapu Mamala
Usai Pukul Manyapu, Penonton Berebut Minyak Mamala
Berbekal gelas bekas air mineral, penonton yang berasal dari sejumlah negeri di Maluku tersebut ramai-ramai mendatangi pemegang guci yang berisi minya
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Usai atraksi pukul manyapu, seketika penonton langsung menyerbu arena stadion Mini Hatusela, Mamala untuk mengambil Minyak Mamala, Senin (9/5/2022) sore.
Minyak tersebut menjadi ramuan yang dipercaya dapat menyembuhkan dalam waktu singkat tanpa bekas.
Berbekal gelas bekas air mineral, penonton yang berasal dari sejumlah negeri di Maluku tersebut ramai-ramai mendatangi pemegang guci yang berisi minyak ajaib Mamala.
Mereka meminta sedikit minyak Mamala tersebut untuk disimpan dan dipakai jika dibutuhkan.
Baca juga: Jean Christy Meriahkan Karnaval Adat Pukul Manyapu di Negeri Mamala - Maluku
Baca juga: Pulang Kampung, Punggawa Barito Putera Buyung Ismu Jadi Peserta Pukul Manyapu di Mamala - Maluku
Pasalnya, menurut salah satu warga, Nurlina, minyak Mamala tersebut dipercaya berkhasiat menyembuhkan segala bentuk penyakit jika dioleskan pada permukaan kulit.
"Minyak ini berkhasiat menyembuhkan luka-luka di kulit, makanya saya sengaja minta sedikit," kata dia.
Bahkan, beberapa penonton yang berasal dari Tulehu pun mengaku senang bisa mendapatkan minyak khas Mamala tersebut, meski hanya beberapa mili saja.
Minyak Mamala sendiri seringkali dipakai untuk menyembuhkan luka sabetan lidi pada atraksi pukul manyapu di Mamala.
Menurut sejarahnya, Pukul Manyapu dimulai sejak abad ke-16 di bawah pimpinan Upy Latu Liu.
Awalnya minyak tersebut digunakan untuk menyambungkan tiang Masjid Al-Muhibbin yang patah saat pembangunan di tahun 1643.
Karena keajaiban minyak tersebut, warga kemudian menggunakannya untuk berbagai kebutuhan pengobatan.
"Jadi tidak hanya untuk sembuhkan luka sabetan, bisa juga yang lain," cetusnya.
Diketahui, tradisi Pukul Manyapu adalah salah satu bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas menangnya para umat muslim berpuasa selama bulan ramadan.
Pelaksanaan sendiri sesuai dan dengan penanggalan pendirian masjid pada 7 Syawal di pelataran Masjid Al-Muhibbin.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/salah-seorang-penonton.jpg)