Nasional

MUI: Puasa Berbeda tapi Kemungkinan Lebaran Bersamaan

Hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah berpotensi dirayakan serempak. Pemerintah kemungkinan menetapkan Lebaran jatuh pada tanggal yang sama dengan Muhamma

Editor: Adjeng Hatalea
Kontributor TribunAmbon.com/Adjeng
Proses pemantauan hilal oleh Plt Kepala Kanwil Kemenag RI, Jamaludin Bugis di Karpan, Sirimau, Kota Ambon, Kamais (23/4/2020). 

TRIBUNAMBON.COM - Hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah berpotensi dirayakan serempak.

Pemerintah kemungkinan menetapkan Lebaran jatuh pada tanggal yang sama dengan Muhammadiyah yakni Senin, 2 Mei 2022.

Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin menjelaskan, berdasarkan hisab, posisi hilal di Indonesia saat sidang isbat atau penentuan 1 Syawal 1443 H yang diadakan pemerintah pada 1 Mei 2022, posisi hilal sudah bisa terlihat.

"Ada kemungkinan (jatuh pada tanggal yang sama), tetapi tetap menunggu hasil sidang isbat," ujar Kamaruddin, dikutip dari Kompas.com, Selasa (26/4/2022).

Sebelumnya, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1443 H lebih awal.

Ketentuan mengenai penetapan lebaran oleh Muhammadiyah tertuang di dalam Maklumat Nomor 01/MLM/I.0/E/2022 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1443 H.

Maklumat tersebut ditandatangani Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekretaris Agung Danarto.

"Umur bulan Ramadhan 1443 H 30 hari dan tanggal 1 Syawal 1443 H jatuh pada hari Senin Pon, 2 Mei 2022 M," tulis maklumat yang telah ditetapkan pada 3 Februari 2022.

Apabila pemerintah menetapkan 1 Syawal 1443 jatuh pada 2 Mei 2022, artinya puasa hanya 29 hari.

Kurangi Macet, Wakil Rakyat Minta Ruas Jalan Kawasan Belakang Soya Ambon Dibuka H-5 Jelang Lebaran

Satu hari lebih sedikit dari Muhammadiyah yang berpuasa selama 30 hari.

Penjelasan MUI

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menjelaskan, pergantian bulan Hijriah dari Muharam ke Safar, termasuk dari bulan Syakban ke Ramadhan akan terjadi bila posisi Bulan di akhir bulan yang ada sudah ada di atas ufuk meskipun hanya 0,1 derajat.

Ini berarti, imbuhnya, apabila posisi Bulan sudah ada di atas ufuk (wujudul hilal) pada akhir bulan, maka bulan baru sudah masuk.

"Begitu pulalah yang terjadi dengan bulan Ramadhan tahun ini," ujar Anwar, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (26/4/2022) pagi.

Dia mengatakan, posisi Bulan pada akhir Syakban 2022 sudah di atas ufuk, sehingga 1 Ramadhan berdasarkan ilmu hisab jatuh saat Matahari terbenam di hari dan tanggal 1 April 2022.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved