Breaking News:

Global

Sri Lanka Bangkrut, Harga Bensin Naik 10 Kali Lipat

Dampak Sri Lanka bangkrut, harga bensin di negara itu naik di atas 10 kali lipat dari 35 rupee (Rp 1.500) per liter menjadi 367 rupee (Rp 16.000). Unt

Editor: Adjeng Hatalea
(AP PHOTO/ERANGA JAYAWARDENA)
Pengemudi becak motor Sri Lanka mengantre untuk membeli bensin di dekat SPBU ibu kota Colombo, Rabu (13/4/2022). Perdana Menteri Sri Lanka hari itu menawarkan bertemu dengan pengunjuk rasa yang menempati pintu masuk kantor presiden, seraya mengatakan dia akan mendengarkan ide-ide mereka untuk menyelesaikan tantangan ekonomi, sosial, dan politik yang dihadapi negara.(AP PHOTO/ERANGA JAYAWARDENA) 

COLOMBO, TRIBUNAMBON.COM - Dampak Sri Lanka bangkrut, harga bensin di negara itu naik di atas 10 kali lipat dari 35 rupee (Rp 1.500) per liter menjadi 367 rupee (Rp 16.000). Untuk solar harganya naik dari 75 rupee (Rp 3.300) menjadi 327 rupee (Rp 14.380) per liter.

Kenaikan harga bensin Sri Lanka itu diumumkan untuk produk Lanka IOC, pengecer bahan bakar utama yang menyumbang sepertiga dari pasar lokal, pada Senin (18/4/2022).

Sri Lanka berada dalam cengkeraman krisis ekonomi terburuknya sejak kemerdekaan dari Inggris pada 1948. Hal itu menyebabkan kekurangan bahan bakar, makanan, dan obat-obatan esensial.

Sementara itu Ceylon Petroleum Corporation milik negara yang menguasai dua pertiga pasar dan memberlakukan penjatahan bahan bakar minggu lalu belum menaikkan harganya, tetapi sebagian besar SPBU-nya kehabisan bahan bakar.

Lanka IOC yang merupakan unit lokal Indian Oil Corporation mengatakan, depresiasi tajam mata uang lokal memaksanya melakukan revisi terbaru, tiga minggu setelah kenaikan harga 20 persen.

Sejak awal tahun, harga bensin di Sri Lanka meningkat tajam sebesar 90 persen, sementara solar--yang biasa digunakan untuk angkutan umum--naik 138 persen.

"Devaluasi rupee lebih dari 60 persen selama satu bulan terakhir memaksa Lanka IOC kembali menaikkan harga jual eceran yang berlaku mulai hari ini," kata perusahaan itu dikutip dari AFP.

Kuota Haji Indonesia Capai 110 Ribu Jiwa, Jumlah Jemaah Asal Maluku Belum Pasti

Kenaikan harga terjadi ketika Menteri Keuangan Sri Lanka yang baru, Ali Sabry, memimpin delegasi ke Amerika Serikat untuk mencari sokongan dana 3-4 miliar dollar AS (Rp 43 triliun-Rp 57,42 triliun) dari IMF guna mengatasi krisis neraca pembayaran dan meningkatkan kas yang menipis.

Pemerintah Sri Lanka pekan lalu mengumumkan gagal bayar utang luar negerinya yang besar dan Bursa Efek Colombo mengumumkan perdagangan akan dihentikan selama lima hari mulai Senin (18/4/2022) di tengah kekhawatiran kolapsnya pasar.

Sri Lanka berada dalam krisis ekonomi yang mendalam ketika pandemi Covid-19 melanda, sehingga mengurangi pengiriman uang pekerja asing dan melumpuhkan sektor pariwisata yang merupakan sumber utama perekonomian negara itu.

Pemerintah memberlakukan larangan impor secara luas pada Maret 2020 untuk menghemat mata uang asing, dan krisis Sri Lanka sekarang memburuk dengan menghadapi rekor inflasi.

(Kompas.com / Aditya Jaya Iswara)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved