Breaking News:

Global

Belanda Berencana Pangkas Ketergantungan Minyak dan Batu Bara dari Rusia

Menteri Energi dan Iklim Belanda Rob Jetten mengatakan, impor minyak dan batu bara dari Rusia telah merosot akibat perang di Ukraina.

Editor: Adjeng Hatalea
(KOMPAS.COM/RODERICK ADRIAN MOZES)
Kemegahan Jembatan Erasmus di Rotterdam, Belanda. Jembatan sepanjang 802 meter ini merupakan salah satu bangunan ikonik di Rotterdam.(KOMPAS.COM/RODERICK ADRIAN MOZES) 

AMSTERDAM, TRIBUNAMBON.COM – Menteri Energi dan Iklim Belanda Rob Jetten mengatakan, impor minyak dan batu bara dari Rusia telah merosot akibat perang di Ukraina.

Karena itulah, dia akan menguraikan rencana Pemerintah Belanda untuk lebih mengurangi ketergantungan energi fosil dari Rusia akhir bulan ini.

Hal tersebut disampaikannya dalam sebuah surat kepada parlemen Belanda.

Jetten mengatakan bahwa dia berseru kepada perusahaan-perusahaan untuk membatasi impor minyak dan batu bara Rusia sebanyak mungkin.

Salah satu pengguna energi utama di Belanda, Tata Steel, telah berhenti menggunakan batu bara Rusia, sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (5/4/2022).

Baca juga: Ukraina Rebut Kembali Kyiv, Pasukan Rusia Mundur Teratur

Sedangkan Shell, yang mengoperasikan kilang minyak terbesar di Eropa yakni Pernis, menghentikan pembelian minyak mentah Rusia pada Maret.

Pada 2021, jumlah batu bara yang masuk di Pelabuhan Rotterdam adalah 24,5 juta ton, dimana sekitar 20 persennya berasal dari Rusia.

Sedangkan jumlah batu bara yang masuk di Pelabuhan Amsterdam adalah 10,4 juta ton pada 2021.

Sebagian besar batu bara yang masuk ke pelabuhan-pelabuhan Belanda tersebut disalurkan ke pembangkit listrik dan pabrik baja di Jerman.

Kantor berita ANP, mengutip data Pemerintah Belanda, melaporkan bahwa konsumsi batu bara domestik adalah sekitar 3,3 juta ton per tahun. Dari jumlah konsumsi tersebut, 43 persennya berasal dari Rusia.

(Kompas.com / Danur Lambang Pristiandaru)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved