Breaking News:

Lumbung Ikan Nasional

LIN Berlanjut, Pemprov Maluku Siapkan Grand Design

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku semakin serius untuk merealisasikan Lumbung Ikan Nasional (LIN) yang menjadi proyek strategis nasional.

Penulis: M Fahroni Slamet | Editor: Adjeng Hatalea
Courtesy / Humas Pemda Maluku
MALUKU: Rapat pembahasan LIN antara pemerintah provinsi Maluku bersama Tim Menko Polhukam di ruang rapat lantai VI kantor Gubernur, Rabu (23/3/2022). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Ridwan Tuasamu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku semakin serius untuk merealisasikan Lumbung Ikan Nasional (LIN) yang menjadi proyek strategis nasional.

Keseringan itu dibuktikan dengan dokumen Grand Design yang telah disiapkan oleh Pemprov Maluku.

Selain grand design, dokumen studi kelayakan yang sempat diminta oleh pemerintah pusat pekan lalu juga sudah siap.

Hal itu disampaikan penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Sadali le saat rapat bersama Tim Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Rabu (23/3/2022).

"Dokumen studi kelayakan dan grand design sudah kita siapkan," kata Sadali di ruang rapat lantai VI kantor Gubernur Maluku

Ia juga mengakui kedua dokumen penting itu telah disampaikan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan melalui Surat Gubernur Maluku Nomor 523/349 tanggal 26 Januari 2021.

Punya Cita Rasa Berbeda, Kopi Tuni Khas Maluku Mulai Singgah di Hati Pecinta Kopi

Tunjuk Sam Latuconsina jadi Ketua Relawan Golkar, Ramly Umasugi Dinilai Tak Paham Aturan Partai

Kedatangan Tim Kemenko Polhukam itu merupakan lanjutan pertemuan Dinas Perhubungan Maluku bersama sejumlah kementerian di Ciawi, Bogor pekan lalu.

Dimana dalam pertemuan tersebut, Kantor Staff Kepresidenan bersama perwakilan Kemenko Marves memastikan Mega proyek tersebut tetap berlanjut.

Namun diperlukan sejumlah dokumen seperti grand design dan studi kelayakan.

Polemik keberlanjutan LIN Dan ANP semakin ramai diperbincangkan masyarakat.

Pasalnya, 8 wakil rakyat asal Maluku di Senayan sempat menyampaikan isu pembatalan proyek strategis tersebut.

Menurut mereka kabar itu didapat usai melakukan pertemuan langsung dengan Menko Marves dan Maritim, Luhut Binsar Panjaitan.

Alasan pembatalan disebut lantaran adanya gunung api aktif dan sisa-sisa ranjau bekas perang dunia di lokasi rencana pembangunan.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved