Aplikasi Trading Ilegal
Ernest Perkasa Komentari Sikap Doni Salmanan yang Cengengesan Tanpa Dosa saat Minta Maaf
Doni Salmanan terlihat cengengesan saat muncul pertama kali dikawal polisi untuk mengungkap dugaan penipuan investasi.
Penulis: Sinatrya Tyas | Editor: Fitriana Andriyani
TRIBUNAMBON.COM - Tingkah Doni Salmanan cengengesan saat dimunculkan ke publik jadi sorotan publik
Banyak pihak yang menilai kelakuan Doni Salmanan terlihat tidak merasa bersalah.
Doni Salmanan terlihat cengengesan saat muncul pertama kali dikawal polisi untuk mengungkap dugaan penipuan investasi.
Selama konferensi pers, Doni Salmanan diminta untuk membalikan tubuh menghadap spanduk.
Alih-alih menampakkan wajah ketakutan, pria berusia 23 tahun itu justru tampak santai.
Saat berbalik badan, Doni Salman justru terlihat tidak tenang.
Baca juga: Reza Arap Diperiksa 7 Jam dengan 25 Pertanyaan terkait Kasus Doni Salmanan, Akui Ngantuk
Baca juga: Awal Mula Pertemuan Atta Halilintar dengan Doni Salmanan, Kenalnya Lewat Podcast
Baca juga: Rizky Febian dan Uang Rp 400 Juta dari Doni Salmanan, Berawal dari Racikan Minuman
Dia sesekali mengusap spanduk yang ada di hadapannya, menengadahkan kepala ke langit, serta mengusap rambutnya.
Mengenakan baju oranye khas tahanan Indonesia, Doni Salmanan berjalan santai saat memasuki arena konferensi pers.
Melihat harta-hartanya mulai dari motor gede hingga tas mewah digelar polisi, Doni Salmanan hanya memandanginya.
Sampai giliran diberi kesempatan untuk bicara, Doni Salmanan menampakkan gelagat seperti tak terjadi apa-apa.
Gelagat aneh yang ditunjukkan oleh Doni Salmanan pun tuai sorotan.
Ernest mengomentari sikap Doni Salmanan yang tetap cengengesan meski sudah memakai baju tahanan.

Dalam akun twitternya, Ernest bahkan mengatakan ingin memiliki rasa percaya diri sebesar yang dimiliki Doni Salmanan.
“Aku ingin punya rasa percaya diri sebesar Doni Salmanan yang bisa tetep cengengesan tanpa dosa & minta doa supaya hukumannya diringankan” tulisnya.
Salah satu akun mempertanyakan apakah Doni Salmanan tidak merasa bersalah karena sudah menipu banyak orang.