Payudara Jadi Perkara
UKM di IAIN Ambon Terancam Ditutup, Hatapayo Nilai Warek Keliru dan Tak Paham Masalah
Ketiga UKM itu yakni UKM Seni, Olahraga, dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Lintas IAIN Ambon.
Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Buntut pamerkan karya seni di Taman Baca dan menyebut kata 'payudara', tiga organisasi internal kampus atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) rencananya bakal dinonaktifkan.
Ketiga UKM itu yakni UKM Seni, Olahraga, dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Lintas IAIN Ambon.
Menanggapi hal itu, Penanggung Jawab LPM Lintas, Sofyan Hatapayo menilai rencana Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Faqih Seknun itu keliru.
Baca juga: Terancam Ditutup, Seknun Sebut UKM di IAIN Hanya Bisa Buat Miring Nama Kampus
Baca juga: Soal Skorsing Mahasiswanya yang Kritik Kekerasan Seksual, Wakil Rektor: Itu Sesuai Aturan Akademik
Menurutnya, Seknun tak paham masalah.
"Kalau soal polemik kemarin payudara intelektual, Warek III memang tidak paham. Statement beliau keliru," kata Sofyan Hatapayo saat dihubungi TribunAmbon.com melalui sambungan telepon, Kamis (3/3/2022).
Katanya, aksi tersebut jangan dikaitkan dengan UKM-UKM.
Karena aksi itu didalamnya ada gabungan mahasiswa.
"Memang mahasiswa bersangkutan Indah Sari Ibrahim termasuk anggota LPM Lintas tapi itu adalah aksi yang dilakukan gabungan mahasiswa lainnya yang dimana mereka bersuara soal maraknya pelecehan seksual di lingkungan perguruan tinggi, jadi tidak bisa kaitkan aksi itu dengan UKM," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/iain-ambon-karya.jpg)