Breaking News:

Global

Uni Eropa Beri Rusia Sanksi Baru, Klaim Bakal Berdampak Maksimal

Sanksi baru tersebut akan menargetkan sektor keuangan, energi, transportasi, kebijakan visa, termasuk kontrol ekspor dan larangan pembiayaan ekspor.

Editor: Adjeng Hatalea
(AP PHOTO/OLIVIER HOSLET)
Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen berpidato dalam pidato kenegaraan pertamanya di Parlemen Eropa di Brussels, Belgia, Rabu, 16 September 2020.(AP PHOTO/OLIVIER HOSLET) 

BRUSSEL, TRIBUNAMBON.COM - Uni Eropa mengumumkan sanksi baru terhadap Rusia pada Jumat (25/2/2022) pagi waktu setempat.

Sanksi baru tersebut akan menargetkan sektor keuangan, energi, transportasi, kebijakan visa, termasuk kontrol ekspor dan larangan pembiayaan ekspor.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan dalam konferensi pers bahwa sanksi tersebut akan berdampak maksimal pada ekonomi Rusia dan elite politik di sana.

“Kami akan meminta pertanggungjawaban Kremlin,” kata von der Leyen bersama dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron, sebagaimana dilansir CNN.

Dia mengatakan, sanksi keuangan memotong pasar modal paling penting Rusia.

Mereka sekarang menargetkan 70 persen dari pasar perbankan Rusia dan perusahaan milik negara utama.

Baca juga: Kecam Serangan Roket Rusia di Kiev, Ukraina: Ini Mengerikan

Von der Leyen menambahkan, sanksi-sanksi tersebut akan meningkatkan biaya pinjaman Rusia, meningkatkan inflasi, dan secara bertahap mengikis basis industri Rusia.

“Kami juga menargetkan elite Rusia dengan membatasi simpanan mereka sehingga mereka tidak dapat menyembunyikan uang mereka lagi di tempat yang aman di Eropa,” tambah von der Leyen.

Larangan ekspor juga akan memukul sektor minyak Rusia dan melarang penjualan semua suku cadang dan peralatan pesawat ke maskapai penerbangan Rusia.

Hal tersebut menurut von der Leyen akan memukul sektor utama ekonomi Rusia dan konektivitas negara itu.

Dia menuturkan, sanksi itu juga membatasi akses Rusia ke teknologi penting.

Von der Leyen menambahkan, para diplomat, kelompok terkait, dan pebisnis di Rusia tidak akan lagi memiliki akses istimewa ke Uni Eropa.

(Kompas.com / Danur Lambang Pristiandaru)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved