Kamis, 7 Mei 2026

Ambon Hari Ini

10 Ribu Warga Kota Ambon Masih BAB di Aliran Sungai

Dari data Dinas Kesehatan, terhitung 3 persen dari jumlah penduduk Ambon yakni 347,3 ribu jiwa atau sebanyak 10,42 ribu jiwa yang kotorannya mengalir

Tayang:
Penulis: M Fahroni Slamet | Editor: Fandi Wattimena
Tanita Pattiasina
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy saat ditemui awak media di Balai Kota Ambon, Senin (3/1/2021) pagi 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Ridwan Tuasamu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Hingga 2022 rupanya tak sedikit warga Kota Ambon yang masih memilih Buang Air Besar (BAB) tanpa menggunakan jamban sehat.

Dari data Dinas Kesehatan, terhitung 3 persen dari jumlah penduduk Ambon yakni 347,3 ribu jiwa atau sebanyak 10,42 ribu jiwa yang kotorannya mengalir di sungai.

Itu tersebar di sejumlah kecamatan di kota berjuluk manise ini.

Yakni kawasan Waihaong, Skip, Tanah Tinggi hingga kecamatan Leitimur Selatan.

"Beberapa kawasan kita pantau masih ada yang tidak pakai jamban sehat," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon, Wendy Pelupessy kepada TribunAmbon.com, Jum'at (21/1/2022).

Baca juga: Wakil Rakyat Minta Disperindag Ambon Cek Kendala Pedagang Tidak Turunkan Harga Minyak Goreng

Baca juga: KM Dorolonda Docking, Harga Bawang di Pasar Namlea-Pulau Buru Naik Jadi Rp 35 per Kilo

Selain di aliran sungai, banyak juga diantara 10,42 ribu jiwa itu sebenarnya memiliki jamban di rumahnya.

Namun jamban yang dibuat warga itu tidak terhubung ke septi tank seperti yang seharusnya.

Ia menjelaskan, BAB tidak pada tempat yang benar dapat menimbulkan potensi penularan penyakit.

Untuk itu, pemerintah disebutnya berencana membangun jamban komunal sebagai sarana bagi masyarakat.

Terlebih di kawasan padat penduduk yang disebutkan tadi.

Jamban komunal adalah bangunan jamban yang digunakan untuk membuang dan mengumpulkan kotoran manusia dalam satu septic tank.

Kebijakan itu untuk mencegah penyebaran penyakit terutama akibat pembuangan limbah di sembarang tempat.

"Kita berharap masyarakat tidak lagi BAB di sungai karena dapat mencemari lingkungan," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved