Tips dan Trik
Situs Online untuk Mencari Referensi Jurnal saat Menyusun Skripsi dan Tesis
Jika hendak melaksanakan penelitian dan menulis karya ilmiah baik itu skripsi, tesis, jurnal, ataupun sejenisnya, penelusuran referensi
Penulis: Sinatrya Tyas | Editor: Fitriana Andriyani
TRIBUNAMBON.COM - Simak cara mencari referensi jurnal online saat menyusun skripsi dan tesis.
Saat menyusun skripsi dan tesis, mahasiswa membutuhkan jurnal sebagai literasi tambahan untuk mendukung data penelitian.
Cara klasik untuk menelusuri referensi adalah mencarinya di perpustakaan yang memiliki koleksi baik buku, jurnal, poster, dll.
Akan tetapi, sekarang akan jauh lebih mudah jika menggunakan penelusuran referensi online karena selain dapat menjangkau seluruh duni.
Cara ini juga dapat mengatasi masalah yaitu jika koleksi perpustakaan adalah terbatas.
Melansir laman resmi Departemen Matematika Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro
Berikut beberapa website yang mengindeks referensi dalam berbagai bentuk mulai dari buku, jurnal, prosiding:
1. Scopus (www.scopus.com)
Scopus merupakan website pengindeks artikel ilmiah paling populer.
Scopus menyediakan informasi artikel-artikel ilmiah dari berbagai penerbit, akan tetapi jika kita ingin mendownload full paper harus merujuk ke penerbit langsung.
2. Google Scholar (www.scholar.google.com) dan Google Books (www.books.google.com)
Google Scholar merupakan website yang menyediakan fasilitas bagi para peneliti untuk mempublikasikan karya ilmiahnya yang juga dapat ditelusuri oleh peneliti-peneliti lain sehingga penelusuran karya ilmiah dapat lebih mudah.
Selain itu, Google Scholar menganalisis item-item karya ilmiah para usernya dari mulai banyaknya sitasi yang diperoleh sampai impact factor.
Sedangkan Google Books merupakan media publikasi buku referensi dari para user, ada yang free ada yang berbayar.
Jika berbayar tentunya harus membeli langsung ke penerbitnya.
3. Microsoft Academic (academic.research.microsoft.com)
Website dengan tagline “Research more, search less” ini mirip dengan Google Scholar hanya saja disediakan oleh Microsoft.
4. Academia (www.academia.edu)
Sama halnya dengan Microsoft Academic, Academia.edu, dengan deskripsi singkat “”is a place to share and follow research” juga identik dengan Google Scholar dan Microsoft Acadic.
5. Research Gate (www.researchgate.net)
Website ini cukup terkenal dikalangan peneliti yang menjadi salah satu media publikasi karya ilmiah dari para user/peneliti.
Website ini mirip sebagai media social tempat berbagi informasi artikel ilmiah. Website ini dapat dijadikan salah satu alternatif mencari referensi terupdate.
6. Indonesian Publication Index (http://portalgaruda.org/)
Sebetulnya mirip dengan scopus, hanya saja portal garuda mengindeks artikel-artikel ilmiah dari Indonesia saja, dan banyak yang berbahasa Indonesia, sehingga jika ingin mencari referensi berbahasa Indonesia disinilah tempatnya.
7. Library Genesis atau BookFi.
Website ini mengindeks buku referensi, hanya saja banyak yang menilai ilegal dikarenakan menyediakan file unduhan yang banyak tanpa izin penerbitnya.
8. Website penerbit yang dilanggan oleh kampus.
Sekarang ini, hampir seluruh institusi PT melanggan publikasi online, seperti www.sciencedirect.com, www.ieeexplore.com
Akan tetapi mengaksesnya harus melalui jaringan website kampus yang melanggan.
Jika tidak kita hanya dapat membaca abstractnya saja tanpa dapat mendownload full papernya.
Baca juga: Langgar UU ITE, Wadek Fakultas Hukum Unpatti Divonis 6 Bulan Penjara, Syarat 1 Tahun Masa Percobaan
Berikut cara mencari jurnal di Google Scholar untuk menyusun skripsi dan sejenisnya:
1. Pertama yang Anda butuhkan adalah internet dengan koneksi stabil.
2. Kemudian, buka Google, lalu ketik ‘Google Scholar’. Bisa juga langsung meng-klik laman https://scholar.google.co.id/
3. Kemudian, jika Anda sudah masuk pada lama Google Scholar. Anda bisa langsung mengetik keyword atau judul dari jurnal yang tengah Anda cari.
4. Setelah itu, Google Scholar akan menampilkan berbagai macam jenis karya ilmiah yang berkaitan dengan keyword atau judul yang telah Anda masukkan sebelumnya.
Google Scholar juga akan menampilkan nama penulis, tahun, serta berbagai macam informasi mengenai jurnal-jurnal tersebut.
Pada layanan gratis ini, Anda tidak hanya dapat mengakses jurnal atau karya ilmiah lainnya.
Di Google Scholar juga terdapat fitur seperti perpustakaan pribadi yang memudahkan Anda untuk menyimpan hasil temuan yang telah dicari sebelumnya.
Gunakan fitur ini setelah mendapatkan jurnal yang dicari pada Google Scholar.
Cara untuk menyimpan hasil penulusuran Anda ini tergolong cukup mudah.
Tinggal klik ikon bintang (simpan) yang terletak di bawah deskripsi tiap-tiap jurnal atau karya ilmiah.

Hasil penelusuran yang telah Anda simpan tersebut, dapat ditemukan jika Anda berpindah ke fitur "Koleksiku" pada layanan Google Scholar.
Fitur ini dapat Anda akses dengan menekan ikon bintang yang terletak di sebelah kanan hasil pencarian jurnal sebelumnya.
Ilustrasinya seperti ditunjukkan anak panah bergaris merah di bawah ini.

Namun, yang disimpan di Google Scholar bukan dokumen jurnal, melainkan situs dari jurnal tersebut.
Untuk mendapatkan dokumen jurnalnya, Anda harus mengunjungi situsnya kemudian cari opsi unduh.
Sedikit informasi, tidak semua situs penyedia jurnal di Google Scholar dapat diakses secara gratis.
Artinya, ada beberapa situs yang membutuhkan registrasi akun lebih dulu untuk berlangganan, barulah Anda dapat mengunduh dokumen jurnal yang ada di sana.
Setelah berhasil menyimpan situs dari jurnal yang diinginkan, Anda dengan mudah dapat mengakses jurnal tersebut di kemudian hari.
Demikian cara mencari jurnal di Google Scholar, semoga bermanfaat.
(TribunAmbon.com)(Kompas.com)