Breaking News:

Maluku Terkini

Warga Waetina Pulau Buru Patungan Perbaiki Jembatan, Tak Ingin Ada Jatuh Korban

Satu-satunya akses jalan untuk dilewati masyarakat ke ke Desa Waetina, Waeflan, dan Desa Waehata itu hampir menelan korban.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Salama Picalouhata
Ist
Warga di Desa Waetina, Pulau Buru memperbaiki jembatan penghubung yang rusak, Minggu (16/1/2022) kemarin. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Jembatan yang berada di Desa Waetina, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, kondisinya sangat mengkhawatirkan.

Lantai jembatan yang terbuat dari kayu sudah mulai keropos dan membahayakan para pengendara yang melintas.

Sebagian kayunya telah rapuh, dan bagian tertentu telah kosong atau berlubang, kalau tidak hati-hati bisa terperosok ke dalam lubang.

Bahkan, satu-satunya akses jalan untuk dilewati masyarakat ke ke Desa Waetina, Waeflan, dan Desa Waehata itu hampir menelan korban, dengan adanya pengendara motor yang hampir terjatuh dari atas jembatan.

Baca juga: Ambon Kini Punya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik, Isi Daya Hanya 45 Menit

Takut hal tersebut terulang dan menimpa warga lainnya, warga patungan perbaiki jembatan secara swadaya. 

"Kami punya inisiatif sendiri untuk perbaikan, ini kedua kalinya secara swadaya, karena sudah bertahun-tahun tidak diperbaiki pemerintah daerah," kata Pejabat Kepala Desa Waetina, Novianto saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, Senin (17/1/2022) pagi.

"Kalau menunggu pemerintah lama," ucap dia.

Tanpa mengandalkan pemerintah, jembatan itu pun kini sudah dapat dilintasi kembali. Proses perbaikan jembatan dilakukan selama sehari penuh pada Minggu (16/1/2022) kemarin.

Novianto mengungkapkan, warga berinisiatif mengumpulkan dana dan memperbaiki sementara jembatannya karena khawatir pengendara jatuh saat melewati jembatan.

Meski sudah bisa dilintasi, Novianto berharap, pemerintah segera mengganti jembatan semi permanen dengan jembatan baru, secara permanen, agar bisa dilalui dengan nyaman.

"Kami berharap Pemda Buru mampu menggati jembatan semi permanen, dari besi dan kayu ini, dengan jembatan baru yang permanen, karena selain jembatan telah cukup lama dibuat, jembatan ini telah miring. Apabila dibiarkan dalam jangka waktu yang lama dikhawatirkan akan roboh, ," harap Novianto.

Seorang warga, Mualip menambahkan, Pemda Buru dan DPRD Kabupaten Buru, agar dapat mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jembatan secara permanen, atau jembatan baru.

"Kami berharap kepada Pemda Buru dan DPRD Buru agar di Tahun 2022, jembatan Waetina ini bukan hanya diperbaiki bagian kayunya, tapi lebih baik dibuat yang baru, karena kami khawatir tidak bertahan lama karena jembatan sudah nampak miring kesalah satu sisinya," ujar Mualip. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved