Breaking News:

Global

Pfizer Produksi Vaksin Covid-19 khusus Varian Omicron Akan Siap pada Maret

Pfizer mengharapkan vaksin Covid-19 yang menargetkan varian Omicron akan siap pada Maret, kata kepala perusahaan, pada Senin (10/1/2022).

Editor: Adjeng Hatalea
Brendan Smialowski / AFP
Seorang apoteker mencairkan vaksin Pfizer COVID-19 sambil mempersiapkannya untuk diberikan kepada staf dan penduduk di Goodwin House Bailey's Crossroads, komunitas lansia di Falls Church, Virginia, pada 30 Desember 2020. 

NEW YORK, TRIBUNAMBON.COM - Pfizer mengharapkan vaksin Covid-19 yang menargetkan varian Omicron akan siap pada Maret, kata kepala perusahaan, pada Senin (10/1/2022).

Chief Executive Officer Pfizer Albert Bourla mengatakan kepada CNBC bahwa Pfizer sudah memproduksi vaksin Covid-19 khusus varian Omicron karena minat yang besar dari pemerintah, ketika pihak berwenang bersaing dengan jumlah infeksi Covid-19 yang besar, termasuk sejumlah besar kasus Omicron pada populasi yang divaksinasi.

"Vaksin ini akan siap pada bulan Maret," kata Bourla kepada jaringan media tersebut. "Saya tidak tahu apakah kita akan membutuhkannya. Saya tidak tahu apakah dan bagaimana itu akan digunakan."

Bourla mengatakan rezim yang ada dari dua dosis vaksin Covid-19 dan booster telah memberikan perlindungan "wajar" terhadap efek kesehatan yang serius dari varian Omicron.

Sementara vaksin Covid-19 yang berfokus langsung pada varian Omicron tidak hanya akan mencegah perkembangan infeksi dari jenis yang telah terbukti sangat menular, tetapi juga mengakibatkan banyak kasus ringan atau tanpa gejala.

Dalam wawancara terpisah dengan CNBC pada Senin (10/1/2022), CEO Moderna Stephane Bancel mengatakan perusahaan sedang mengembangkan booster yang dapat mengatasi varian Omicron dan kemunculan varian virus corona lain pada musim gugur 2022.

"Kami sedang berdiskusi dengan para pemimpin kesehatan masyarakat di seluruh dunia untuk memutuskan apa yang menurut kami merupakan strategi terbaik untuk potensi booster untuk musim gugur 2022," kata Bancel melansir AFP.

"Kita harus berhati-hati untuk mencoba tetap berada di depan virus dan bukan di belakang virus."

(Kompas.com / Bernadette Aderi Puspaningrum)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved