Revitalisasi Pasar Mardika
Pedagang Terdampak Penggusuran Pasar Mardika Mengadu di Hadapan Richard Louhenapessy
Pedagang sayur Pasar Mardika Ambon mengadu di hadapan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, Selasa (11/1/2021).
Penulis: M Fahroni Slamet | Editor: Adjeng Hatalea
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Ridwan Tuasamu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Pedagang sayur Pasar Mardika Ambon mengadu di hadapan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, Selasa (11/1/2021).
Mereka mengeluhkan mahalnya harga lapak yang disediakan pemerintah.
Padahal, mereka terferivikasi sebagai pedagang Pasar Mardika di data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Ambon.
“Nama kita terferivikasi pak tapi tidak mampu beli lapak, solusinya bagaimana ?,” kata Ona, salah seorang pedagang
Sayangnya, tiga pimpinan Kota Ambon yakni Louhenapessy, Wakil Wali Kota Syarif Hadler dan Sekretaris Kota, Agus Ririmase tak langsung memberi jawaban.
Ketiganya justru meminta sejumlah pedagang tersebut untuk mendatangi Balai Kota Ambon, Rabu besok.
Diketahui, sejumlah pedagang yang mengadu tersebut sebelumnya berjualan di ruas jalan Mardika.
Sehingga lapaknya dibongkar sebagai bagian upaya revitalisasi pasar yang akan berlangsung akhir Januari ini.
Usai dibongkar, kini pedagang mengaku nasibnya terombang ambing tanpa penghasilan.
“Kita disuruh dating besok jam 9, kita mau minta solusi karena saat ini tidak punya lapak,” ujarnya kepada TribunAmbon.com
Berdasarkan SK Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy bernomor 463 tahun 2021, harga sewa lapak relokasi itu berkisar antara Rp 2.8 juta hingga Rp 4 juta.
Kini, biaya sewa lapak itu diketahui semakin bertambah dengan kisaran harga menjadi Rp 20-25 juta.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/712022-lapak-pedagang-pasar-mardika.jpg)