Breaking News:

Ambon Hari Ini

Pantau Hari Pertama PTM Terbatas, Purmiasa Harap Bisa Segera Belajar di Sekolah 100 Persen

Asisten Administrasi Umum (Asisten 3) pada Sekretariat Pemerintah Kota Ambon, Rulien Purmiasa berharap dapat segera PTM 100 persen.

Tanita Pattiasina
Kadis Pendidikan Kota Ambon, Ferdinand Tasso bersama Kepsek SMP Negeri 6, S. Gaspersz dan Asisten 3 Pemkot, Rulien Purmiasa saat video call dengan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy memantau PTM hari pertama, Kamis (6/1/2022). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Asisten Administrasi Umum (Asisten 3) pada Sekretariat Pemerintah Kota Ambon, Rulien Purmiasa berharap dapat segera melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen.

Hal itu disampaikan Purmiasa usai memantau PTM Terbatas hari pertama di SMP Negeri 6 Ambon bersama dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Kamis (6/1/2022) siang.

Purmiasa mengatakan sekolah 100 persen dapat terwujud bila protokol kesehatan diterapkan secara konsisten saat PTM.

"Kita berharap dengan proses protokol kesehatan yang diterapkan yang dilakukan secara konsisten maka kita perlahan akan menuju kepada PTM yang menyeluruh 100 persen," kata Purmiasa.

Baca juga: 1099 Warga Buru Pindah Kependudukan ke Luar Daerah Sepanjang 2021, Didominasi Pencari Kerja

Baca juga: Rencana Louhenapessy Bangun Stadion Sepak Bola, Lestaluhu Setuju Agar Atlet tak Hijrah

Dengan demikian, lanjutnya, kualitas pendidikan di Kota Ambon pun dapat meningkat bahkan sebelum pandemi covid-19.

"Sehingga kualitas pendidikan kita, kita harapkan akan mennjadi lebh baik bahkan sebelum dilanda oleh pandemi," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Ferdinand Tasso mengatakan PTM Terbatas baru digelar 12 sekolah saja yang telah memenuhi persyaratan.

Yakni, SMP 13 Nania, SMP Negeri 7 Poka, SMP Negeri 6, SMP St. Yakobus, SMP Kristen YPKPM, SMP Negeri 4 dan SMP Negeri 2 Ambon.

Serta SMP Negeri 3 Lateri, SMP Negeri 8, SMP Negeri 9, SMP Negeri 18 Ema dan SMP Kristen Kalam Kudus Ambon.

Ke 12 sekolah itu pun belajar secara hybrid dengan 50 persen belajar di Sekolah dan 50 persen masih secara daring.

"Hari ini sistem belajarnya hybrid ya, Jadi 50 persen belajar di Sekolah dan secara bersamaan ada yang mengikuti secara daring," tandasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved