Kamis, 30 April 2026

Gempa Maluku

Terjadi 12 Gempa Susulan Pasca Gempa 7,4 Magnitudo di Maluku, 2 Rumah Rusak

Setelah gempa bumi di Maluku Barat Daya dengan magnitudo 7,4, Kamis (30/12/2021) dini hari. BMKG mencatat hingga pukul 14.20 WIT sudah terjadi 12

Tayang:
Penulis: Salama Picalouhata | Editor: Fandi Wattimena
Grafis Tribunnews.com/Juna Putuhena
Ilustrasi gempa. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Salama Picalouhata

TRIBUNAMBON.COM - Setelah gempa bumi di Maluku Barat Daya dengan magnitudo 7,4, Kamis (30/12/2021) dini hari.

BMKG mencatat hingga pukul 14.20 WIT sudah terjadi 12 gempa susulan di Laut Banda.

“Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 12 aktivitas gempabumi susulan,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno, Kamis (30/12/2021).

Disebutkan, gempa susulan yang terjadi dengan magnitudo terbesar 5,2.

Dengan adanya gempa susulan itu, dua rumah roboh di Pulau Leti dilaporkan roboh.

Sejumlah gedung dan rumah warga lainnya juga terdampak.

"Ada juga kerusakan ringan bangunan gedung dan rumah penduduk di Pulau Moa, Pulau Kisar dan Pulau Romang," sebut Prayitno.

Baca juga: Gempa Magnitudo 7,4 di MBD-Maluku, Eklin; Warga Sudah Kembali ke Rrumah

Baca juga: Jalanan Berlubang Bikin Resah, Mahasiswa Unpatti Minta Pihak Kampus Segera Perbaiki

Gempa susulan kata dia, diperkirakan masih akan terus terjadi.

Masyarakat di wilayah terdampak getaran diimbau untuk menghindari bangunan yang telah retak atau rusak diakibatkan gempa tersebut.

"Kemungkinan masih ada. Kami akan terus pantau," ucap Prayitno.

Gempa yang terjadi pada pukul 03.25 WIT itu berada pada lokasi 7,76 Lintang Selatan dan 127,66 Bujur Timur.

Pusat gempa berada pada jarak 45 kilometer sebelah barat laut Maluku Barat Daya dengan kedalaman 210  kilometer di bawah permukaan laut.

Selain di rasakan di Maluku Barat Daya, gempa tersebut juga ikut dirasakan getarannya di sebagian wilayah di Maluku seperti di Kepulauan Aru, Tual, Maluku Tenggara hingga Kepulauan Tanimbar.

Prayitno memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved